Senin, 27 April 2026

Pola Hidup Sehat

Cara Diet Intermittent Fasting di Bulan Puasa Ramadan, Ketahui Aturan Minum Air Putih 2-4-2

Metode diet Intermittent Fasting (IF) memiliki konsep serupa dengan puasa Ramadan. Berikut cara menerapkannya di bulan puasa.

Penulis: Lia Handayani | Editor: Arie Noer Rachmawati
Dok. Kompas.com
POLA HIDUP SEHAT - Diet Intermittent Fasting (IF) memiliki konsep yang sama dengan puasa Ramadan. Seseorang hanya diperbolehkan makan dalam jangka waktu tertentu, sementara sisanya digunakan untuk berpuasa, Selasa (25/2/2025). 

TRIBUNMADURA.COM - Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat bagi banyak orang yang menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjalani program diet.

Salah satu metode populer pola diet yaitu metode Intermittent Fasting (IF), yang memiliki konsep serupa dengan puasa Ramadan.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/2/2025), Intermittent Fasting (IF) adalah metode diet yang mengatur pola makan dengan membatasi waktu konsumsi makanan.

Dalam metode ini, seseorang hanya diperbolehkan makan dalam jangka waktu tertentu, sementara sisanya digunakan untuk berpuasa.

Baca juga: Menu Diet saat Sahur yang Ampuh serta Sehat untuk Tubuh, Kuat Menjalani Puasa Seharian

Berbeda dengan diet yang mengharuskan perhitungan kalori, Intermittent Fasting lebih menekankan pada pengaturan jadwal makan.

Dengan durasi makan yang lebih singkat, tubuh secara alami mengalami defisit kalori, yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Dengan menerapkan diet IF selama bulan puasa, seseorang dapat menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, tetapi tetap bugar sepanjang hari.

Lantas, bagaimana cara menjalankan diet IF yang benar pada saat bulan puasa?

Berikut tips selengkapnya.

1. Pahami pola IF yang sesuai dengan puasa Ramadan

Secara alami, menjalankan puasa Ramadan mirip dengan pola diet IF, terutama pada metode 16:8 atau bahkan 18:6.

Dalam metode ini, seseorang akan berpuasa selama 16 hingga 18 jam, hanya makan dalam rentang waktu 6 hingga 8 jam.

Pada saat puasa Ramadan, pola ini menjadi lebih sederhana karena jendela makan hanya terbatas pada waktu berbuka hingga sahur.

Waktu yang tepat untuk membuka jendela makan pada saat puasa Ramadan yaitu pada saat berbuka puasa (Maghrib) hingga sahur.

Dan waktu yang tepat untuk jendela puasa yaitu pada waktu imsak hingga berbuka puasa kembali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved