Berita Surabaya
Takut Dihajar Massa, Jambret di Surabaya Nekat Lompat ke Sungai, Ending Tak Bernyawa
Sungai Kalimas di Jalan Karet menjadi pusat perhatian masyarakat pada Minggu pagi (16/3). Banyak warga yang memenuhi tepian sungai.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sungai Kalimas di Jalan Karet menjadi pusat perhatian masyarakat pada Minggu pagi (16/3). Banyak warga yang memenuhi tepian sungai.
Ada seorang laki-laki nekat menceburkan diri ke dalam air keruh.
Identitas laki-laki itu ialah Samsul Arifin (51) warga Wonokusumo Bakti. Dia tewas setelah terbawa arus karena tak bisa berenang.
Sedangkan, temannya, Rossi sekarang diamankan di Polsek Bubutan atas dugaan kasus penjambretan.
Perwira Pengawas Polsek Bubutan, AKP Budi Winarso menjelaskan, dari hasil melakukan interogasi terhadap Rossi bahwa Samsul Arifin kepergok mencopet pengunjung Pasar Pagi Tugu Pahlawan.
Karena takut dihajar massa, Samsul Arifin lalu lari ke arah Jalan Karet. Sampai di seberang pom bensin Samsul Arifin lalu lompat ke sungai.
"Kami ke sana sudah ramai dan ketika dievakuasi kondisinya sudah ada dugaan sudah tidak bernafas lagi," ujar AKP Budi Winarso.
Setelah dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo, Samsul Arifin dinyatakan tewas. Sebelum kejadian nahas tersebut, ia mencopet dompet seorang pengunjung Pasar Pagi Tugu Pahlawan tapi aksinya dipergoki korban. Samsul Arifin lalu membuang dompet korban, Rossi yang terpantau sebagai komplotan pun menjadi korban amukan massa.
Tak ada barang bukti dalam kasus itu. Korban berhasil mendapat dompetnya kembali setelah dibuang Samsul Arifin. Hingga sekarang pun korban juga tak datang ke kantor polisi untuk membuat laporan.
Rossi mengakui datang ke Pasar Pagi Tugu Pahlawan bersama Samsul Arifin. Ia mengaku baru mengenal Samsul dua bulan terakhir di sebuah warung kopi. Namun, Rossi membantah terlibat dalam aksi pencurian tersebut. "Saya tidak tahu kapan dompet itu diambil, tiba-tiba saya sudah dipukuli," ujarnya.
Sedangkan, dari catatan kepolisian ternyata Samsul Arifin dan Rossi sama-sama residivis. "Samsul pernah tertangkap pencurian tahun 2013, kalau Rossi ditangkap tahun 2016 dengan kasus yang sama," terang AKP Budi.
Ket foto : Rossi diintrogasi oleh Penyidik dari Polsek Bubutan setelah temannya kepergok nyopet di Pasar Pagi Tugu Pahalawan, Minggu (16/3). Rossi berkelit bukan dia yang mencopet.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Nasib Terkini Pengusaha Surabaya yang Pernah Tahan Ijazah Pegawai, Kini Gudangnya Dibobol Maling |
![]() |
---|
Ngakunya Gemas, Kakek 60 Tahun Lecehkan Anak Tetangga, Korban Diminta Jadi Pacar dan Dielus-elus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.