Selasa, 19 Mei 2026

Hikmah Ramadan 2025

Merawat Kemabruran Puasa, dari Rahman ke Rahim

Lafaz basmalah dalam Alquran terulang sebanyak 114 kali dan tidak pernah ada konsep lain selain bismillahirrahmanirrahim.

Tayang:
Editor: Taufiq Rochman
Nasaruddinumar.com
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA menulis artikel Hikmah Ramadan 2025 berjudul "Merawat Kemabruran Puasa, dari Rahman ke Rahim" tayang pada Senin (21/3/2025). 

Oleh: Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA

TRIBUNMADURA.COM - Lafaz basmalah dalam Alquran terulang sebanyak 114 kali dan tidak pernah ada konsep lain selain bismillahirrahmanirrahim.

Kata Rahman dan Rahim berasal dari akar kata yang sama, ra-ha-mim (rahima) yang berarti cinta kasih. Dari akar kata tersebut lahir kata rahman yang berarti "pengasih" dan rahim yang berarti "penyayang".

Dua kata ini menjadi populer karena digunakan sekaligus sebagai pembuka surah dalam Alquran: Bi ism Allah al-Rahman al-Rahim (baca: Bismillahirrahmanirrahim) yang berarti: Dengan atau atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Secara kebahasaan, kedua kata ini sebenarnya memiliki keserupaan makna yaitu cinta kasih. Hanya kata rahim setimbang dengan fa'il dalam ilmu sharaf yang menunjukkan arti lebih dalam dan lebih intensif.

Dalam bahasa Indonesia, kata pengasih dan penyayang penggunaannya sering dipertukarkan (interchangeable). Akan tetapi, dalam ilmu tafsir, khususnya dalam kitab-kitab tafsir sufistik (isyari), keduanya dibedakan secara signifikan.

Kata al-Rahman sebagai salah satu nama Allah SWT diartikan sebagai Maha Pengasih dan al-Rahim sebagai Maha Penyayang.

Al-Rahman dihubungkan dengan rahmat Allah yang bersifat temporer, tidak permanen, dan bersifat sesaat.

Keadaannya fluktuatif, kadang sangat terasa dibutuhkan dan kadang agak kurang, tergantung pada faktor lain yang ikut menentukannya.

Sedangkan al-Rahim dihubungkan dengan rahmat Allah yang bersifat permanen, kokoh, dan bersifat konstan serta tidak fluktuatif.

Al-Rahman lebih bersifat generik dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk makhluk selain manusia seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan masing-masing mendapatkan rahmat Allah SWT, seperti rahmat nutrisi, oksigen, dan senyawa kimia lainnya yang diperlukan dalam kehidupan, termasuk air dan oksigen.

Untuk manusia, siapapun berhak mendapatkan rahmat rahmaniyah-Nya, tanpa dibedakan jenis kelamin, usia, etnik, dan agama.

Bahkan termasuk orang-orang kafir dan para pendosa pun dapat bagian.

Sedangkan al-Rahim spesifik untuk hamba-Nya yang taat dan setia mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved