Rabu, 22 April 2026

Hikmah Ramadan 2025

Merawat Kemabruran Puasa, dari Ta'abbud ke Isti'anah

Setiap hari kita membaca: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).

Editor: Taufiq Rochman
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
MENAG RI - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Sutdio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025). Foto ini digunakan untuk artikel berjudul "Merawat Kemabruran Puasa, dari Ta'abbud ke Isti'anah" tayang pada Selasa (25/3/2025). 

Oleh: Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA

TRIBUNMADURA.COM - Setiap hari kita membaca: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).

Ayat kelima dari surah Al-Fatihah ini menyimpan rahasia besar, tetapi masih banyak di antara kita yang belum menghayati maknanya.

Jika makna ta’abbud dan isti’anah bisa dihayati, maka akan sangat membantu kita untuk mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan siapa Allah SWT.

Inilah sesungguhnya inti ma’rifah.

Siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya, dan siapa yang mengenal Tuhannya, maka dengan sendirinya akan mengenal dirinya yang sesungguhnya.

Ta'abbud merupakan bentuk pendakian seorang hamba menuju Tuhannya dalam bentuk pengabdian atau penghambaan diri.

Dalam hadis Nabi, shalat adalah bentuk pendakian atau mikraj orang-orang mukmin (al-shalatu mi'raj al-mu'minin).

Setelah hamba merasa tiba di puncak pendakian, maka saat itulah Allah SWT memberikan apresiasi atas usaha keras atau mujahadah anak manusia dalam bentuk pertolongan Tuhan.

Bentuk isti'anah bermacam-macam. Yang pasti, itu merupakan keutamaan yang diberikan Allah SWT.

Ta'abbud biasa disinonimkan dengan pendakian (taraqqi), dan isti'anah dihubungkan dengan tanazul, yaitu anugerah Allah SWT yang diturunkan kepada hamba.

Ibnu 'Arabi lebih suka menggunakan istilah taraqqi untuk upaya pendakian menuju Tuhan dan istilah tanazul untuk isti'anah.

Taraqqi bagi Ibnu 'Arabi adalah melejitnya seorang hamba menuju Tuhannya.

Setelah sampai ke dalam batas tertentu, maka muncullah peristiwa tanazul, yaitu turunnya karunia Tuhan sebagai akibat pengabdian tulus seorang hamba kepada Tuhannya.

Isti'anah ialah anugerah yang diturunkan Tuhan sebagai balasan dari berbagai bentuk pengabdian kepada-Nya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved