Minggu, 26 April 2026

Mengapa Kutu Rambut Lebih Sering Menyerang Anak-anak? ini Penyebab Serta Cara Mengatasinya

Penularan kutu umumnya terjadi melalui kontak fisik atau penggunaan barang pribadi yang dipakai bergantian seperti sisir, topi, atau hijab.

Penulis: Afrilia Mustika Damayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
Kompas Lifestyle
KUTU RAMBUT - Ilustrasi anak-anak yang lebih sering terkena kutu rambut. Berikut penyebab dan cara mengatasinya. 

TRIBUNMADURA.COM - Kutu rambut (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit kecil, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh.

Parasit ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Meski demikian, anak-anak berusia antara 6 hingga 12 tahun lebih rentan terhadap serangan kutu rambut.

Hal ini dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenni, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Apa yang Menyebabkan Anak Terkena Kutu Rambut?

Dikutip dari Kompas.com, Wydya mengungkapkan kutu rambut tidak memiliki kemampuan melompat dari satu kepala ke kepala lain. 

Penularannya terjadi secara langsung, umumnya melalui kontak fisik atau penggunaan barang-barang pribadi yang dipakai bergantian seperti sisir, topi, inner hijab, atau hijab milik teman yang sudah terinfeksi kutu.

Baca juga: Arti Mimpi Memotong Rambut Menurut Primbon Jawa, Tak Selalu Dikaitkan dengan Hal Negatif

Interaksi sosial yang intens, seperti bermain bersama, saling bersandar, atau tidur berdekatan, membuat anak-anak dalam kelompok usia tersebut lebih mudah tertular kutu rambut dibandingkan orang dewasa.

Namun, perlu diingat bahwa kutu rambut bukan semata-mata akibat buruknya kebersihan.

Bahkan anak-anak yang terlihat bersih dan terawat pun tetap berisiko jika bersentuhan atau berbagi benda pribadi dengan orang yang sudah terkena kutu.

Anak-anak usia 6 sampai 12 tahun biasanya belum memiliki kesadaran penuh terhadap perawatan diri, termasuk kebersihan rambut dan kulit kepala.

Karena itu, peran orang tua sangat penting.

Widya menyarankan agar orang tua secara rutin memeriksa kondisi rambut anak-anaknya, bahkan meskipun anak tidak mengeluhkan rasa gatal. 

Pemeriksaan bisa dilakukan saat menyisir rambut, tanpa perlu mencuci rambut terlalu sering.

Meski kutu rambut memiliki ukuran yang sangat kecil bahkan lebih kecil dari kutu beras, keberadaannya tetap bisa dikenali, terutama jika sudah muncul telur-telur kutu yang menempel di helaian rambut.

Kutu kepala tidak hanya menyerang anak-anak, orang dewasa pun bisa terkena jika berbagi benda pribadi seperti sisir, topi, atau hijab.

Namun, orang dewasa biasanya memiliki kesadaran lebih tinggi akan kondisi tubuhnya.

Saat merasa gatal, mereka cenderung segera mencari solusi atau berobat.

Berbeda halnya dengan anak-anak.

Seringkali mereka tidak menyadari adanya rasa gatal, atau tidak mampu menyampaikannya kepada orang tua.

Akibatnya, kutu baru terdeteksi setelah terlihat tanda-tanda seperti sering menggaruk kepala atau munculnya luka kecil akibat garukan.

Karena itu, kewaspadaan orangtua sangat penting dalam menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala anak untuk mencegah serangan kutu.

Baca juga: Kapan Orang yang Berkurban Dianjurkan Tidak Potong Kuku dan Rambut?

Cara Mengatasi Kutu pada Anak 

  1. Membersihkan kutu secara manual

Langkah paling dasar adalah menyisir rambut anak menggunakan sisir serit, yaitu sisir khusus yang giginya sangat rapat dan dirancang untuk menangkap kutu serta telurnya.

Proses ini sebaiknya dilakukan di tempat terang, misalnya di teras saat siang hari, atau di dalam ruangan dengan penerangan cukup dan bantuan senter.

Sisir rambut anak secara perlahan dan menyeluruh.

“Biasanya kutu kepala dan telurnya akan kebawa saat disisir pakai sisir itu. Atau bisa dicari kutunya satu per satu, lalu dibuang,” tutur Wydya. 

Telur dan kutu juga bisa dipencet langsung di kulit kepala atau setelah tertangkap saat menyisir.

2. Menggunakan obat anti kutu

Alternatif berikutnya adalah menggunakan obat pembasmi kutu.

Produk ini bisa dibeli bebas di apotek maupun toko online. 

Kandungan utamanya biasanya berupa permethrin, bahan aktif yang efektif membunuh kutu.

Namun, untuk hasil yang lebih aman dan efektif, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kulit, terutama jika anak memiliki kulit sensitif atau terdapat luka di kulit kepala akibat garukan.

Baca juga: Mencari Tahu Arti Mimpi Rambut Rontok, Simbol Harga Diri dan Kekuatan, Mimpi Rambut Putih Rontok?

“Biasanya ada obat yang digunakan, obat oles,” jelas Wydya.

Jika terjadi infeksi karena luka terbuka, dokter akan memberikan pengobatan tambahan untuk mencegah peradangan atau komplikasi lainnya.

3. Memotong rambut yang terlalu panjang

Langkah tambahan yang bisa dilakukan adalah memotong rambut anak, terutama jika rambutnya sangat panjang.

Rambut panjang memberikan ruang lebih banyak bagi kutu dan telurnya untuk bersembunyi dan menempel.

“Karena tempat nyantol kutu dan telurnya jadi lebih banyak. Semakin panjang rambut, semakin banyak tempat menempelnya,” tambah Wydya.

Meskipun kutu rambut bukanlah penyakit berbahaya, dampaknya bisa sangat mengganggu, baik secara fisik maupun emosional.

Anak bisa merasa tidak nyaman, kehilangan kepercayaan diri, hingga mengalami infeksi akibat garukan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di TribunMadura.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved