Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa, Simak Tips Mencegahnya dari Ahli Gigi

Penyebab munculnya bau mulut saat puasa, dokter gigi jelaskan penyebabnya, dari kurang air liur hingga asam lambung, simak tips mencegahnya.

Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Kompas/Kristian Oka Prasetyadi
KESEHATAN MULUT - Penyebab bau mulut pada saat puasa Ramadan, dan tips mencegahnya menurut ahli gigi. 

Ringkasan Berita:
  • Bau mulut saat puasa atau halitosis dipicu berkurangnya produksi air liur, berkembangnya bakteri, hingga proses ketosis.
  • Ketua Umum PB PDGI, Usman Sumantri menyebut, air liur berperan menjaga kebersihan rongga mulut.
  • Prof Ahmad Syaify dari UGM Yogyakarta mengatakan, penyebab bau mulut bisa berasal dari dalam maupun luar mulut, termasuk penyakit sistemik. 

TRIBUNMADURA.COM –  Satu di antara keluhan yang sering muncul saat puasa Ramadan adalah bau mulut, Senin (2/3/2026).

Bau mulut bisa mengganggu karena membuat seseorang tidak percaya diri.

Terlebih saat berbicara dengan orang lain. 

Apa sebenarnya penyebab bau mulut? Dan bagaimana cara mencegahnya?

Berikut penjelasan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Periode 2025-2030, Usman Sumantri.

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Dalam dunia medis, bau mulut dikenal sebagai oral malodor atau halitosis.

Dilansir dari laman kompas.id, Usman Sumantri menjelaskan, salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa adalah berkurangnya produksi air liur.

Saat berpuasa, tidak ada asupan makanan dan minuman yang merangsang produksi air liur.

Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut karena mengandung protein yang menjaga keseimbangan pH dan mikroorganisme.

Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang.

Bakteri tersebut menguraikan sisa makanan, protein, dan sel mati menjadi senyawa sulfur volatil (volatile sulfur compounds/VSC) yang menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, bau mulut juga dapat dipicu oleh proses pembakaran lemak atau ketosis.

Saat tubuh kekurangan energi, lemak dibakar dan menghasilkan senyawa keton yang keluar melalui napas dengan aroma khas.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof Dr Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), mengatakan, penyebab bau mulut terbagi menjadi dua, yakni faktor intra oral (dari dalam mulut) dan ekstra oral (di luar mulut).

“Sebagian besar kasus berasal dari dalam mulut, seperti plak, karang gigi, sisa makanan, gigi berlubang, atau masalah gusi,” jelas Ahmad Syaify, dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved