Berita Bangkalan

Bangkalan Membara, Masyarakat Hadang Truk Sampah, Buntut DLH Tak Becus Cari TPA

Persoalan sampah di Kabupaten Bangkalan masih terus menggelinding bak bola salu. Celakanya, bola salju sampah itu semakin membesar.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
istimewa
HADANG TRUK SAMPAH : Viral video tentang aksi penghadangan warga terhadap laju truk sampah di Kecamatan Klampis pada Sabtu (19/4/2025) pagi. Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan kembali menjadi sorotan karena dalam 5 tahun terakhir, keberadaan TPA permanen tidak kunjung menemui titik terang 

Setelah itu, tempat pembuangan sampah dilakukan DLH Bangkalan dengan cara berpindah-pindah dan mendapatkan penolakan warga. Mulai dari Kecamatan Kwanyar, Tanjung Bumi, Arosbaya, hingga yang terbaru di Kecamatan Klampis.  

Keberadaan TPS 3R yang digaungkan DLH Bangkalan selama ini tidak sebanding dengan semakin tingginya produksi sampah dalam setiap tahunnya. Hingga tahun 2021, produksi sampah di Bangkalan telah menyentuh 60 ton per hari.

Tumpukan sampah sempat terkonsentrasi di beberapa titik, bahkan Kota Bangkalan ibarat dikepung sampah pada 23 Juli 2023 silam. Tumpukan-tumpukan sampah terkonsentrasi di belakang Stadion Gelora Bangkalan, Jalan Letnan Sunarto, hingga di Jalan RA Kartini. Setelah ramai menjadi sorotan warga, DLH Bangkalan kini membuang sampah ke Desa Ombul, Kecamatan Arosbaya. 

Menanggapi video viral warga menghadang laju truk sampah di Kecamatan Klampis, Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far mengungkapkan, persoalan sampah memang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Bangkalan hingga saat ini.  

“Untuk di Kecamatan Klampis, pembuangan itu tepatnya berada di Desa Bulung, dengan yang punya lahan dan kepala desa tidak ada masalah. Termasuk dengan masyarakat sekitar juga tidak ada masalah karena mempekerjakan warga sekitar,” ungkap Fauzan kepada Tribun Madura.

Ia memastikan telah terjadi miskomunikasi di lapangan sehingga berujung peristiwa penghadangan truk sampah oleh warga. Saat ini, lanjutnya, sedang dilakukan konsolidasi sambil menunggu dari pemerintah untuk memfinalkan lahan permanen untuk sampah.

Pekerjaan rumah soal sampah, lanjutnya, nantinya tidak hanya dibuang begitu saja meski di sana ada petugas pemulung. Pemkab Bangkalan ingin pengolahan, treatmen-treatmen, dan prinsip pembuangan residu akhir yang maksimal.

Sehingga tidak menimbulkan bau, sejauh ini memang belum maksimal treatmennya. Saya juga mohon maaf karena urusan sampah ini tidak sederhana, sebenarnya bisa bernilai sangat ekonomis,” pungkas Fauzan.

 

Informas lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved