Berita Surabaya

Viral Lagi Kasus KDRT di Surabaya, Kini Korbannya Mama Muda 2 Anak, Kepalanya Dihajar Suami

Lagi-lagi viral di media sosial seorang ibu muda di Surabaya diduga menjadi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Luhur Pambudi
ISTRI JADI KORBAN KDRT SUAMI- saat Korban SPS (28) warga Surabaya, dikunjungi Petugas Pendampingan dari Pemkot Surabaya untuk proses pemulihan psikologis korban di rumah Kecamatan Rungkut, Surabaya, pada Senin (23/6/2025) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Lagi-lagi viral di media sosial seorang ibu muda di Surabaya diduga menjadi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh sang suami hingga membuat wajahnya babak belur hingga keningnya benjol. 

Korban merupakan ibu dua anak berinisial SPS (28) warga Rungkut, Surabaya. Kisah pilunya itu, sempat diunggah melalui berbagai platform aplikasi media sosial. Mulai dari Thread hingga Instagram (IG). 

Dari akun IG pribadinya, ia mengunggah bukti momen dirinya yang sedang menggendong anak sulungnya berusia 3,5 tahun duduk terjerembab di jalan berpaving gang depan rumah mertua tempatnya tinggal. 

Momen dalam video berdurasi tak lebih dari 31 detik yang diunggah dalam halaman akun IG-nya, itu adalah saat dirinya baru saja dihajar habis-habisan oleh suami berinisial WA (26) warga Surabaya

Jika diteliti, video tersebut direkam oleh salah satu warga yang menghampiri lokasi kedua pasangan suami istri (Pasutri) terlibat cekcok. 

Si perekam berjalan perlahan-lahan menghampiri keduanya yang tampak sang suami berdiri bertelanjang dada cuma memakai celana kolor. 

Sedangkan sang istri berkaus lengan panjang warna hijau dengan rambut panjangnya tergurai, tampak terjerembab posisi duduk di permukaan paving gang tersebut. 

Ternyata, sudah ada warga lain yang mendekati dan mencoba berkomunikasi dengan sang suami.

Hingga akhirnya terdengar suara percakapan singkat antara si tetangga dan sang suami. 

"Magrib magrib sabar," kata si tetangga kepada sang suami agar tidak melanjutkan perbuatannya. 

Lalu, sang suami menjawab, "Lah gowo anakku e." (Artinya: lho dia membawa anakku)

"Iyo sabar," balas kembali si tetangga. 

Kemudian, sang suami berseloroh dengan nada suara yang tinggi dan tetap menggunakan logat khas 'Suroboyoan'.

"Sak enggon enggon gawene gawe izin ae," seloroh sang suami seraya menatap sang istri yang terduduk membisu dengan posisi mendekap sang anak sulung dalam dekapan. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved