Minggu, 10 Mei 2026

Berita Internasional

Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Makin Memanas, Akankah Merembet ke Indonesia?

Kondisi perbatasan Thailand-Kamboja semakin memanas.   Akankah kondisi tersebut merembet hingga ke Indonesia?

Tayang:
Editor: Januar
Tangkapan layar BBC
PETA KONFLIK- Peta Thailand dan Kamboja. Beberapa lokasi terjadi konflik antara dua negara bertetangga, Thailand dan Kamboja. 

TRIBUNMAMDURA.COM- Kondisi perbatasan Thailand-Kamboja semakin memanas.
 
Akankah kondisi tersebut merembet hingga ke Indonesia?
 
Dilansir dari Tribunnews, warga Thailand di dekat perbatasan Kamboja berlarian mencari perlindungan, rekaman menunjukkan.

Penduduk di provinsi Surin, Thailand, berlarian mencari perlindungan saat bentrokan meletus di perbatasan dengan Kamboja, menurut rekaman berita lokal.

Sekelompok orang, sebagian besar wanita dan setidaknya satu anak, berlindung di bawah struktur terowongan beton, sebagaimana ditunjukkan rekaman dari Layanan Penyiaran Publik Thailand, sementara yang lain berlarian di jalan melintasi lingkungan pedesaan.

Suara yang tampak seperti benturan dan baku tembak juga bisa terdengar.


Penduduk desa di Perbatasan Thailand-Kamboja khawatir akan keselamatan mereka

Penduduk di wilayah Thailand dan Kamboja yang berbatasan dengan mereka mengatakan banyak orang meninggalkan rumah mereka di tengah bentrokan mematikan tersebut.


Chhan Rorn Yon, seorang petani berusia 45 tahun di Kamboja, mengatakan kepada CNN bahwa dia telah mendengar ledakan sejak pukul 9 pagi waktu setempat.

“Saya sangat khawatir bom dan peluru itu akan membunuh kami,” katanya dari desa Sa Em di provinsi Preah Vihear, 6 mil (10 kilometer) di utara wilayah konflik tempat penembakan pertama kali terjadi.

“Kami melarikan diri… Saya khawatir terhadap rakyat saya, anak-anak saya, kerabat saya, dan terutama terhadap pasukan yang bertempur.”


Chhan Rorn Yon mengatakan para tetangganya mencari perlindungan di sebuah pagoda di kota terdekat, tetapi ia akan tetap tinggal di desa. "Saya khawatir dengan keselamatan kami, tetapi saya tidak bisa meninggalkan rumah," ujarnya.

Noun Hean, 40, seorang pengemudi tuk tuk yang juga berada di dekat kuil Preah Vihear, mengatakan penembakan masih berlangsung.

"Desa ini sangat sepi, orang-orang berlarian. Saya sudah mengantar orang-orang ke tempat lain, sekitar 100 kilometer jauhnya, untuk tetap berada di tempat aman," katanya. "Saya takut bom dan penembakan."

Di provinsi Surin, Thailand, Komsan Jaipeng mengatakan kepada CNN bahwa ketika bentrokan dimulai, ia melihat banyak anak sekolah bergegas melarikan diri.

Komsan sedang membuka bengkel motornya ketika ia pertama kali mendengar suara ledakan. Atasannya menyuruhnya dan staf lainnya untuk mengungsi.

"Saya bilang ke istri saya kalau kami tidak akan pulang malam ini, kami akan menginap setidaknya satu malam di tempat penampungan ini. Rumah kami sekitar 7-8 kilometer dari perbatasan," ujarnya dari Distrik Phanom Dong Rak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved