Senin, 11 Mei 2026

Berita Internasional

Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Makin Memanas, Akankah Merembet ke Indonesia?

Kondisi perbatasan Thailand-Kamboja semakin memanas.   Akankah kondisi tersebut merembet hingga ke Indonesia?

Tayang:
Editor: Januar
Tangkapan layar BBC
PETA KONFLIK- Peta Thailand dan Kamboja. Beberapa lokasi terjadi konflik antara dua negara bertetangga, Thailand dan Kamboja. 

Komsan mengatakan dia telah menyiapkan sekantong barang selama lebih dari sebulan sekarang, termasuk pakaian ganti dan pengisi daya ponsel.

"Kami punya grup obrolan Line yang dibuat oleh kepala desa untuk menyebarkan berita. Mereka sudah mengajari kami ke mana harus pergi jika terjadi perkelahian. Itulah sebabnya saya selalu membawa tas kecil saya setiap hari," ujarnya. "Semoga ini cepat berakhir. Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya."
 

Thailand menutup perbatasan dengan Kamboja karena konflik meningkat

Thailand menutup perbatasannya dengan Kamboja setelah konflik antara negara tetangga meningkat, menurut pejabat Thailand.

"Kami telah meningkatkan tindakan ke level 4, yang mencakup penutupan total semua pos pemeriksaan perbatasan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja," kata Laksamana Muda Surasant Kongsiri, juru bicara Pusat Ad Hoc untuk Situasi Perbatasan Thailand-Kamboja.

Surasant mengatakan Thailand merasa “wajib dan terpaksa” untuk menutup perbatasan karena situasinya telah meningkat.

 
Setidaknya 12 orang tewas dalam eskalasi sengketa perbatasan Thailand-Kamboja
Sebagian besar warga sipil Thailand – telah dipastikan tewas dalam bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di perbatasan bersama kedua negara, menandai meningkatnya pertikaian yang telah berlangsung lebih dari 100 tahun, dan telah berlangsung selama beberapa bulan.

Artileri dan roket telah ditembakkan dari Kamboja, dan Thailand telah mengerahkan jet tempur.

Sementara pejabat di Bangkok menyalahkan serangan itu pada agresi Kamboja, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan Thailand melancarkan serangan yang telah dimediasi sebelumnya.

Negara-negara tetangga telah menyerukan de-eskalasi, dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dia akan berbicara dengan kedua negara pada akhir hari ini.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved