Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Terkini Pamekasan

Cegah Campak Meluas, Dinkes Pamekasan Ajak Warga Segera Imunisasi Anak

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk melindungi anak-anaknya dari penyakit campak.

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
IMUNISASI - Petugas medis Puskesmas Tlanakan saat melakukan imunisasi di Desa Branta Pesisir, Kabupaten Pamekasan, Madura untuk mencegah penularan penyakit campak, Selasa (9/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk melindungi anak-anaknya dari penyakit campak.

Salah satunya dengan cara memberikan vaksin kepada anak.

Kepala Dinkes Pamekasan, dr Saifudin menyampaikan, penderita campak di daerahnya saat ini cukup tinggi.

Terhitung sejak Januari hingga 7 September 2025 tercatat ada 432 suspek campak yang tersebar di 13 kecamatan.

Menurutnya, dari 432 suspek campak tersebut sebanyak 175 anak diantaranya dinyatakan positif campak

Hal itu berdasarkan hasil tes laboratorium oleh tim medis.

"Saat ini sedang ada kenaikan kasus campak, itu terjadi di akhir agustus yang sangat signifikan," ujar dr Saifudin, Rabu (10/9/2025).

Baca juga: Lonjakan Kasus Campak di Sampang Mengkhawatirkan, Rendahnya Imunisasi Jadi Pemicu

Dia menjelaskan, anak-anak yang dinyatakan positif campak tersebut lima orang diantaranya meninggal dunia. 

Sebagian besar penyakit yang disebabkan virus genus morbilli itu akibat asupan gizi yang kurang, sehingga penyakit mudah menyerang.

"Karena penyakit ini bisa berakibat fatal, maka kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, mulai internal faskes (fasilitas kesehatan) untuk mewaspadai dan menemukan secara dini di lapangan untuk kita identifikasi," tandasnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk membawa ke fasilitas kesehatan terdekat apabila ditemukan tanda tanda campak supaya tim medis dapat melakukan tindakan sebagaimana mestinya.

"Penyakit campak itu bisa dicegah dengan cara imunisasi, sayangnya capaian imunisasi kita dari tahun ke tahun tidak sampai 100 persen."

"Sekitar 20 sampai 25 persen anak anak kita belum terimunisasi," ungkapnya.

Imunisasi, kata dia, merupakan kekebalan aktif yang ada di tubuh anak. 

Sehingga ketika anak diberikan vaksin atau diimunisasi, maka secara otomatis akan membentuk anti body yang siap melawan penyakit menyerang.

"Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat untuk imunisasi guna menyelamatkan anak anak kita."

"Dan itu haknya anak untuk kita lindungi, kalau kita tidak memberikan haknya, maka kita patut dipersalahkan," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved