Berita Terkini Pamekasan
Tradisi Karapan Sapi Madura Tetap Pertahankan Pakem tapi Sistem Perlombaan Kini Lebih Modern
Budaya karapan sapi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terlestarikan dengan baik.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Budaya karapan sapi di Kabupaten Pamekasan, Madura terlestarikan dengan baik.
Para pengerap sapi, masih berpegang teguh pada budaya lama yakni mengadu sapi menggunakan paku yang digosokkan ke bagian bokong sapi.
Tujuannya, agar sapi berlari kencang saat penjoki mengendalikan sepasang sapi penarik kereta kayu dalam acara Karapan Sapi.
Ketua Pakar Sakera (Sapi Kerapan) Pamekasan, H. Muhammad Fahrur Rozi mengamati mulai dulu masyarakat Madura khususnya Pamekasan sangat antusias sekali dengan adanya karapan sapi.
Kata dia, karapan sapi adalah budaya warga Madura yang tidak boleh ditinggalkan.
Bahkan dia meminta para generasi muda terus meningkatkan budaya karapan sapi ini agar tidak tergerus kemajuan zaman.
Baca juga: Daftar Juara Lomba Karapan Sapi Pamekasan 2025, Siap Berlaga di Piala Presiden
“Kalau bentuk karapan sapinya tidak ada perubahan, tetap pakai kekerasan, pakai pakem,” kata H. Muhammad Fahrur Rozi, Senin (22/9/2025).
Menurut H. Rozi, dahulu pernah diterapkan karapan sapi dengan dua versi, pertama memakai pakopak, dan kedua memakai paku.
Namun para pengerap sapi di Madura memilih mempertahankan budaya lama yakni mengerap sapi memakai paku.
“Itulah yang diikuti oleh semua pemilik sapi sampai sekarang,” jelas H. Rozi.
Saat ini, lanjut H. Rozi, gelaran lomba karapan sapi tidak sampai berhari-hari, berbeda dengan zaman dahulu yang sekali perlombaan memakan waktu sampai tiga hari.
Untuk saat ini, lomba karapan sapi di Madura, dalam waktu sehari selesai karena ada penghitungan waktu.
“Sudah diberi waktu 3 menit, nomor urut sapi yang akan dilepas dari nomor 1, 2 dan 3 sudah sudah antre di belakangnya, jadi sekarang sudah berubah,” syukurnya.
H.Rozi merinci, pengerap sapi di Pamekasan yang masih aktif lebih dari 60 pasang sapi.
Saat ini, lanjut dia, meski banyak pasang sapi yang akan tampil di ajang perlombaan karapan sapi tidak membuat panitia khawatir memakan waktu lama.
| Kecelakaan Maut Tewaskan Lansia di Pamekasan Diduga Akibat Aksi Jambret |
|
|---|
| Efek Valen DA 7: PKL dan Jukir di Pamekasan Panen Cuan, Kantongi Rp5 Juta di Satu Halaman Rumah |
|
|---|
| Sepanjang 2025 Pelanggaran Lalu Lintas di Pamekasan Naik Tapi Kecelakaan Turun |
|
|---|
| Kriminalitas di Pamekasan Naik, 659 Kasus Tercatat Sepanjang 2025 |
|
|---|
| 80 Kasus Narkotika Terungkap di Pamekasan, 3 Tersangka Masih di Bawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Perlombaan-karapan-sapi-di-Lapangan-Bhurunan-Desa-Murtajih-Pamekasan.jpg)