Rabu, 6 Mei 2026

Berita Terkini Sumenep

Disnaker Ungkap Penyebab Utama Program Transmigrasi Sumenep Jalan di Tempat

Transmigrasi di Sumenep hingga kini belum dapat dilaksanakan karen abelum ada kepastian kuota dari Pemprov Jawa Timur maupun Kementerian terkait

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
TRANSMIGRASI - Akademisi mendorong percepatan pembangunan kawasan transmigrasi melalui tiga pilar utama: sinergi perencanaan, pelibatan investasi, dan kepastian legalitas lahan. 

Ringkasan Berita:
  • Transmigrasi belum berjalan: Program transmigrasi di Sumenep belum bisa dilaksanakan karena belum ada kepastian kuota dari Pemprov Jatim maupun kementerian terkait.
  • Terkendala perencanaan anggaran: Ketidakjelasan kuota menyulitkan Disnaker Sumenep menyiapkan anggaran dan teknis keberangkatan calon transmigran.
  • Minat warga masih tinggi: Meski belum terealisasi, antusiasme masyarakat Sumenep terhadap program transmigrasi tetap besar.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Program transmigrasi di Kabupaten Sumenep hingga kini belum dapat dilaksanakan lantaran belum ada kepastian kuota dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian terkait.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro mengatakan bahwa ketidak jelasan kuota membuat pemerintah daerah kesulitan menyiapkan anggaran dan teknis keberangkatan calon transmigran.

"Dalam lima tahun terakhir kami tetap optimistis bisa memberangkatkan peserta transmigrasi."

"Namun, sampai sekarang masih terkendala karena kuota untuk kabupaten/kota belum jelas," papar Eko Kurnia, Rabu (17/12/2025).

Pihaknya menjelaskan, Disnaker Sumenep telah beberapa kali mengikuti rapat koordinasi, baik dengan pemerintah kabupaten lain maupun dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Namun, hingga kini provinsi belum dapat memastikan jumlah kuota yang akan dialokasikan untuk masing-masing daerah.

Baca juga: Revitalisasi 45 Kawasan oleh Kementrian Transmigrasi Demi Munculkan Ekonomi Baru di Daerah

"Kami sudah beberapa kali mengikuti rapat, tapi pihak provinsi juga belum mengetahui pasti terkait jumlah kuota yang akan diberikan," terangnya.

Menurutnya, pihaknya juga sempat melakukan studi tiru ke Kabupaten Malang, daerah yang memiliki bidang khusus menangani transmigrasi sehingga program tersebut tetap bisa berjalan.

Langkah tersebut dijadikan motivasi agar Disnaker Sumenep terus berupaya menjalankan program transmigrasi, meski kepastian kuota belum diperoleh.

"Kami juga mempertanyakan, karena kalau tidak ada kepastian, kami khawatir sudah menganggarkan tapi ternyata tidak mendapat jatah," katanya.

Antusias Tinggi

Meski belum bisa direalisasikan, antusiasme masyarakat terhadap program transmigrasi masih cukup tinggi.

Eko menyebut, hingga kini masih banyak warga Sumenep yang berminat mengikuti program tersebut.

Disnaker Sumenep kata, tetap membuka peluang dan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Kementerian terkait.

"Informasi yang kami terima, kuota Jawa Timur tahun ini hanya sekitar 16 kabupaten/kota dengan lokasi penempatan di beberapa wilayah Sulawesi, seperti Sidrap di Sulawesi Selatan dan wilayah Halmahera."

"Namun kembali lagi, Sumenep belum mendapat kepastian jatah," terangnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved