Berita Terkini Sumenep
Pencairan PIP SMP di Sumenep Tertunda karena Server Pusat Bermasalah
Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep terancam tidak menerima pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) tahap dua
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
Ringkasan Berita:
- PIP Tahap Dua Terhambat: Ribuan siswa SMP di Kabupaten Sumenep terancam belum menerima pencairan PIP tahap dua karena sistem pemerintah pusat masih mengalami gangguan
- Di Luar Kewenangan Daerah: Disdik Sumenep memastikan keterlambatan bukan kewenangan daerah, karena seluruh mekanisme pencairan PIP dikendalikan pemerintah pusat
- PIP Tahap Pertama Sudah Cair: Sebanyak 4.433 siswa SMP di Sumenep telah menerima PIP tahap pertama, sementara sekolah terus diberi sosialisasi terkait mekanisme pengajuan
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep terancam tidak menerima pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) tahap dua hingga akhir tahun ini.
Penyebabnya, sistem pencairan dari pemerintah pusat hingga kini masih mengalami gangguan dan belum bisa diakses.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat mengatakan bahwa hingga saat ini proses pencairan PIP tahap dua belum dapat dilakukan karena server pusat masih bermasalah.
"Sistemnya masih eror, belum bisa diakses. Kami masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat," kata Fajar Hidayat saat dikonfirmasi, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, secara jadwal PIP tahap dua seharusnya sudah tuntas direalisasikan pada bulan ini.
Namun hingga mendekati penutupan tahun anggaran, pencairannya belum juga berjalan.
Fajar Hidayat menegaskan, keterlambatan tersebut sepenuhnya berada di luar kewenangan Disdik Sumenep.
Sebab, PIP merupakan program pemerintah pusat yang seluruh mekanisme pencairannya dikendalikan langsung oleh pusat.
"Seharusnya bulan ini sudah cair. Tapi kami di daerah tidak bisa memastikan kapan realisasinya," jawabnya.
Untuk PIP tahap pertama, Fajar Hidayat menyebut pencairan telah dilakukan.
Tercatat sebanyak 4.433 siswa SMP di Kabupaten Sumenep telah menerima bantuan tersebut.
Di tengah keterlambatan itu, Disdik Sumenep mengaku terus melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah agar tidak terjadi kebingungan, terutama terkait mekanisme pengusulan dan pencairan PIP.
"Kami terus sosialisasi, karena sekarang pengajuan PIP bisa dilakukan secara mandiri maupun melalui dinas. Supaya sekolah tidak rancu," ucapnya.
Pihaknya menambahkan, Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah pusat yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
| Sumenep Serius Garap Energi Terbarukan demi Kemandirian Daerah |
|
|---|
| Sarasehan BEM–Pemkab Sumenep: Merajut Perencanaan dari Dialog dan Gagasan Kritis |
|
|---|
| Warga Gili Iyang Sumenep Cemaskan Dampak Tumpahan Minyak CPO, Ikan hingga Kepiting Ditemukan Mati |
|
|---|
| Baru 81 Siswa, Pendamping PKH Kejar Target Sekolah Rakyat di Sumenep |
|
|---|
| Relawan SPPG di Talango Sumenep Dilatih Prinsip Keamanan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pembinaan-SMP-Disdik-Sumenep-Mohammad-Fajar-Hidayat.jpg)