Senin, 11 Mei 2026

Berita Sumenep

Harga Plastik dan Thinwall di Sumenep Melonjak Tinggi, Pedagang Keluhkan Stok Mulai Langka

Harga plastik dan thinwall di Kabupaten Sumenep, Madura, mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir, Bahkan nyaris 100 persen.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
NAIK - Suasana penjualan plastik di Toko Plastik Malindo di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). Harga semua jenis plastik naik ugal-ugalan. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik dan thinwall di Sumenep melonjak hingga nyaris 100 persen dalam sebulan terakhir.
  • Kelangkaan barang dan kenaikan harga picu keluhan pedagang serta pembeli di pasaran.
  • Konflik global dan distribusi dari Malang diduga jadi penyebab lonjakan harga.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Harga plastik dan thinwall di Kabupaten Sumenep, Madura, mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir, Senin (6/4/2026).

Kenaikannya bahkan disebut mencapai hingga 100 persen, disertai dengan mulai langkanya barang di pasaran.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang.

Mufti, penjual plastik di Kecamatan Gapura, Sumenep, mengungkapkan, kenaikan paling mencolok terjadi pada produk thinwall.

Dirinya menyebut, harga thinwall yang sebelumnya berada di kisaran Rp 210.000 per kardus, kini melonjak menjadi Rp 410.000.

"Kenaikannya hampir 100 persen. Selain mahal, barangnya juga mulai sulit dicari, terutama dalam satu minggu terakhir ini," tutur Mufti, Senin (6/4/2026).

Menurut Mufti, kelangkaan ini membuat pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Tidak hanya thinwall, harga plastik berbagai jenis juga ikut merangkak naik.

Baca juga: Harga Plastik di Ponorogo Naik Sampai Nyaris 100 Persen, Penjualan Lesu

Untuk plastik merek wayang, misalnya, yang sebelumnya dijual Rp 35.000 per pack, kini naik menjadi Rp 55.000. Hampir seluruh ukuran mengalami kenaikan serupa.

"Naiknya sekitar Rp 20.000, hampir semua ukuran ikut terdampak," tambahnya.

Meski harga melonjak cukup tajam, aktivitas jual beli masih tetap berjalan.

Namun, banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi dalam waktu singkat.

"Pembeli masih ada, tapi banyak yang komplain karena kenaikannya cukup signifikan," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Hamidi.

Baca juga: Viral Video Pabrik Tahu di Surabaya Diduga Pakai Bahan Bakar Plastik, Uya Kuya: Bukan Hal yang Baru

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved