Ramadan 2026
Sejarah Kolak Pisang, Menu Takjil Ikonik Ramadan, Pernah Jadi Media Dakwah
Bukan sekadar takjil, kolak adalah warisan dakwah ulama yang sarat filosofi tobat. Intip sejarah, makna bahan, dan resep praktisnya di sini!
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Kolak pisang jadi takjil khas di bulan Ramadan, mudah ditemukan dari lapak hingga hotel. Perpaduan gula merah, santan, dan pisang membuatnya selalu diminati saat buka puasa.
- Di balik kelezatannya, kolak menyimpan sejarah panjang sebagai instrumen dakwah para ulama di tanah Jawa. Jauh sebelum menjadi takjil populer.
- Setiap bahan mengandung filosofi religius tentang tobat dan memohon ampun.
TRIBUNMADURA.COM – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, hidangan kolak pisang seolah menjadi menu wajib yang nyaris tak pernah absen di meja makan saat waktu berbuka puasa tiba, Senin (23/2/2026).
Sajian bercita rasa manis dengan kuah santan yang gurih ini memang menjadi primadona masyarakat Indonesia, tak terkecuali di wilayah Jawa Timur dan Madura.
Namun, di balik kelezatannya, kolak pisang menyimpan sejarah panjang dan filosofi spiritual yang mendalam.
Sejarah Kolak di Indonesia
Kehadiran kolak sebagai kuliner khas Ramadan ternyata tak lepas dari tangan dingin para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa.
Jauh sebelum menjadi takjil populer, kolak telah digunakan sebagai "alat peraga" dakwah yang sarat akan makna.
Strategi kebudayaan ini diterapkan para pemuka agama untuk mendekatkan diri dengan masyarakat lokal.
Dalam setiap kesempatan, seperti forum sarasehan atau perkumpulan warga, sajian kolak hampir selalu hadir sebagai suguhan utama.
Baik sebelum memulai diskusi maupun setelah acara usai, para ulama menyajikan kolak untuk menciptakan suasana yang hangat dan akrab.
Melalui media kuliner inilah, nilai-nilai keislaman disisipkan secara perlahan sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat tanpa adanya paksaan.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah, Azan Magrib dan Buka Puasa di Bangkalan pada Ramadan 2026, Lengkap 30 Hari
Makna Kata dan Filosofi Kolak
Dikutip dari laman resmi budaya.jogjaprov.go.id kata "Kolak" disinyalir berasal dari istilah bahasa Arab.
Pertama, berasal dari kata "Khala" yang berarti kosong.
Maknanya, setiap Muslim diajak untuk mengosongkan diri dari dosa dan kesalahan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Kedua, kata tersebut juga dikaitkan dengan istilah "Khalik" yang berarti "Sang Pencipta."
Hal ini menjadi simbol bagi manusia untuk senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.
Uniknya, setiap bahan yang terkandung dalam semangkuk kolak bukan dipilih tanpa alasan.
sejarah kolak
Daftar Menu Takjil Buka Puasa
menu takjil buka puasa
dakwah
resep kolak pisang
TribunMadura.com
Madura
Berita Tribun Madura
Tribun Madura
berita Tribun Madura hari ini
Ramadan 1447H
Ramadan 2026
| Kisah 99 Relawan Genzi Layani Jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya |
|
|---|
| Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan |
|
|---|
| Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan: Momen Memohon Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar |
|
|---|
| Sering Ditunda, Ini Waktu yang Dianjurkan untuk Mengganti Puasa Ramadan |
|
|---|
| Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan di 10 Hari Terakhir Ramadan |
|
|---|