Selasa, 19 Mei 2026

Ramadan 2026

Sejarah Kolak Pisang, Menu Takjil Ikonik Ramadan, Pernah Jadi Media Dakwah

Bukan sekadar takjil, kolak adalah warisan dakwah ulama yang sarat filosofi tobat. Intip sejarah, makna bahan, dan resep praktisnya di sini!

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika

Ringkasan Berita:
  • Kolak pisang jadi takjil khas di bulan Ramadan, mudah ditemukan dari lapak hingga hotel. Perpaduan gula merah, santan, dan pisang membuatnya selalu diminati saat buka puasa.
  • Di balik kelezatannya, kolak menyimpan sejarah panjang sebagai instrumen dakwah para ulama di tanah Jawa. Jauh sebelum menjadi takjil populer.
  • Setiap bahan mengandung filosofi religius tentang tobat dan memohon ampun.
 

TRIBUNMADURA.COM – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, hidangan kolak pisang seolah menjadi menu wajib yang nyaris tak pernah absen di meja makan saat waktu berbuka puasa tiba, Senin (23/2/2026).

Sajian bercita rasa manis dengan kuah santan yang gurih ini memang menjadi primadona masyarakat Indonesia, tak terkecuali di wilayah Jawa Timur dan Madura.

Namun, di balik kelezatannya, kolak pisang menyimpan sejarah panjang dan filosofi spiritual yang mendalam.

Sejarah Kolak di Indonesia

Kehadiran kolak sebagai kuliner khas Ramadan ternyata tak lepas dari tangan dingin para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa.

Jauh sebelum menjadi takjil populer, kolak telah digunakan sebagai "alat peraga" dakwah yang sarat akan makna.

Strategi kebudayaan ini diterapkan para pemuka agama untuk mendekatkan diri dengan masyarakat lokal.

Dalam setiap kesempatan, seperti forum sarasehan atau perkumpulan warga, sajian kolak hampir selalu hadir sebagai suguhan utama.

Baik sebelum memulai diskusi maupun setelah acara usai, para ulama menyajikan kolak untuk menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Melalui media kuliner inilah, nilai-nilai keislaman disisipkan secara perlahan sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat tanpa adanya paksaan.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah, Azan Magrib dan Buka Puasa di Bangkalan pada Ramadan 2026, Lengkap 30 Hari

Makna Kata dan Filosofi Kolak

Dikutip dari laman resmi budaya.jogjaprov.go.id kata "Kolak" disinyalir berasal dari istilah bahasa Arab.

Pertama, berasal dari kata "Khala" yang berarti kosong.

Maknanya, setiap Muslim diajak untuk mengosongkan diri dari dosa dan kesalahan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Kedua, kata tersebut juga dikaitkan dengan istilah "Khalik" yang berarti "Sang Pencipta."

Hal ini menjadi simbol bagi manusia untuk senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Jauh sebelum menjadi takjil populer, Kolak digunakan untuk mendekatkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat melalui media kuliner yang hangat dan akrab.
Jauh sebelum menjadi takjil populer, Kolak digunakan untuk mendekatkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat melalui media kuliner yang hangat dan akrab. (Tribun Bogor)

Uniknya, setiap bahan yang terkandung dalam semangkuk kolak bukan dipilih tanpa alasan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved