Selasa, 2 Juni 2026

Ramadan 2026

Tips Aman Berkendara di Jalan Saat Puasa dari Pakar Safety Riding

Mengatur waktu perjalanan saat puasa penting untuk mencegah kelelahan, terutama jelang berbuka, dengan berangkat lebih awal dan rutin beristirahat.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Mujib Anwar
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
TIPS AMAN BERKENDARA SAAT PUASA - Suasana lalu lintas menjelang berbuka puasa Ramadan. Kondisi fisik yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika perjalanan tidak direncanakan dengan baik. Simak tips aman berkendara di jalan saat puasa Ramadan dari Pakar Safety Riding. 

Ringkasan Berita:
  • Mengatur waktu perjalanan saat puasa Ramadan penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi di jalan. 
  • Pakar keselamatan mengingatkan agar tidak berangkat mepet waktu berbuka karena kondisi fisik dan emosi cenderung menurun serta lalu lintas meningkat. 
  • Pengemudi disarankan berangkat lebih awal, mengatur jadwal yang longgar, dan beristirahat setiap 1–2 jam guna menekan risiko kecelakaan.

 

TRIBUNMADURA.COM – Mengatur jadwal perjalanan saat menjalankan ibadah puasa menjadi langkah penting untuk menjaga stamina, fokus, dan keselamatan di jalan.

Perencanaan yang baik membantu pengemudi mobil maupun pengendara motor tetap dalam kondisi prima sepanjang perjalanan.

Tanpa persiapan yang matang, risiko kelelahan akan meningkat, terutama pada siang hari hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Pada periode tersebut, energi tubuh cenderung menurun sehingga konsentrasi dan refleks ikut berkurang.

Jika dipaksakan, kondisi ini dapat memperbesar potensi terjadinya kesalahan saat berkendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Hindari Perjalanan Mepet Waktu Berbuka

Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengingatkan agar masyarakat tidak merencanakan perjalanan secara mepet dengan waktu tiba.

Menurutnya, keberangkatan sebaiknya dilakukan lebih awal dengan jadwal yang longgar.

“Usahakan kita berangkat lebih awal, jangan terlalu mepet waktu apalagi kalau perjalanan jauh. Sisipkan waktu istirahat tiap 1–2 jam dan hindari jadwal perjalanan panjang tepat sebelum waktu buka puasa, karena kondisi fisik dan emosi biasanya sedang turun,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/2/2026).

Agus menjelaskan, menjelang waktu berbuka merupakan periode rawan. Pada waktu tersebut, energi tubuh cenderung menurun sehingga fokus dan konsentrasi pengendara berkurang.

Kemacetan jalan di depan Pasar Kolpajung Pamekasan, Sabtu (4/5/2019).
Kemacetan jalan di depan Pasar Kolpajung Pamekasan, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Di sisi lain, volume lalu lintas umumnya meningkat karena banyak masyarakat yang beraktivitas menjelang berbuka.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi risiko kecelakaan di jalan raya. Karena itu, perjalanan jarak jauh sebaiknya tidak dijadwalkan terlalu dekat dengan waktu berbuka puasa apabila tidak mendesak.

Baca juga: Hindari Mesin Mobil Mogok, Simak Tips Aman Mengemudi Saat Melewati Banjir

Pentingnya Jeda Istirahat dan Kenali Kondisi Tubuh

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menuturkan bahwa waktu perjalanan pada dasarnya fleksibel selama pengemudi memperhatikan durasi istirahat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved