Ramadan 2026
Salah Cara Buka Puasa Dapat Meningkatkan Kalori, Ini Tips Sehatnya
Salah cara buka puasa bisa bikin kalori melonjak. Dokter gizi ingatkan pentingnya cairan, gula alami, dan prinsip 3J agar tetap sehat.
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Dokter Gizi RS Pondok Indah, Dr Ida Gunawan, mengingatkan agar berbuka tidak berlebihan.
- Prioritaskan cairan setelah puasa 14 jam untuk mengatasi dehidrasi.
- Pilih gula alami dari kurma atau jus buah tanpa tambahan gula berlebih.
TRIBUNMADURA.COM – Seringkali seseorang berbuka puasa seperti sedang "balas dendam" setelah menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam.
Padahal, hal itu bisa membuat asupan kalori meningkat dan berisiko memicu kenaikan berat badan selama Ramadan.
Karena itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, dr Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp.K.M., FINEM, menegaskan, hal pertama yang perlu diperhatikan saat berbuka puasa adalah kebutuhan cairan dan jenis makanan yang dikonsumsi, bukan langsung menyantap makanan dalam porsi besar.
“Yang penting untuk diperhatikan saat berbuka puasa adalah kebutuhan cairan dan jenis makanannya, porsi makanan bisa menyusul,” ujar dr Ida, dikutip dari Kompas.com, pada Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah? Ini Penjelasan MUI dan Pendapat Para Ulama
Menurutnya, setelah berpuasa sekitar 14 jam, tubuh berada dalam kondisi kekurangan cairan.
Karena itu, hidrasi menjadi prioritas utama sebelum mengonsumsi makanan berat.
Cairan yang cukup membantu tubuh kembali stabil dan mempersiapkan sistem pencernaan menerima asupan berikutnya.
Ia menyarankan untuk mendahulukan minuman yang mengandung gula alami, seperti air putih yang cukup, jus buah tanpa tambahan gula berlebihan, sop buah, atau koktail buah.
Buah kurma juga dapat menjadi pilihan karena mengandung gula alami yang lebih baik bagi tubuh.
Sebaliknya, ia mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi minuman tinggi gula atau makanan manis berlebihan.
Membanjiri tubuh dengan gula dalam jumlah besar saat berbuka justru tidak diperlukan dan dapat menambah total kalori harian secara signifikan.
Lebih lanjut, dr Ida menyarankan masyarakat menerapkan prinsip 3J atau 3C dalam mengatur pola makan selama Ramadan, yakni jumlah kalori, jenis makanan, dan jadwal makan.
Baca juga: Penyebab Bau Mulut Saat Puasa, Simak Tips Mencegahnya dari Ahli Gigi
Dari sisi jumlah kalori, hindari makanan yang proses pengolahannya dapat meningkatkan kandungan kalori, seperti makanan yang ditambah gula berlebih, lemak tinggi, atau digoreng dengan banyak minyak.
Sementara dari sisi jenis makanan, pilihlah makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta serat.
Untuk sumber karbohidrat, ia menganjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi, ubi, singkong, jagung, atau kentang, dibandingkan gula sederhana dan tepung olahan yang cepat diserap tubuh.
| Kisah 99 Relawan Genzi Layani Jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya |
|
|---|
| Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan |
|
|---|
| Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan: Momen Memohon Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar |
|
|---|
| Sering Ditunda, Ini Waktu yang Dianjurkan untuk Mengganti Puasa Ramadan |
|
|---|
| Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan di 10 Hari Terakhir Ramadan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Makanan-Berbuka.jpg)