Minggu, 26 April 2026

Hikmah Ramadan

Pengertian Qana'ah, Orang Kaya Walaupun dalam Keadaan Kelaparan

Dalam Kitab Zabur, disebutkan, bahwa orang yang qana'ah adalah orang yang kaya walaupun ia dalam keadaan kelaparan.

Editor: Dwi Prastika
TRIBUNSUMSEL.COM/Grafis Khoiril
QANAAH - Arti qanaah atau qonaah. Dalam Kitab Zabur, disebutkan, bahwa orang yang qana'ah adalah orang yang kaya walaupun ia dalam keadaan kelaparan. 

Menggapai Pribadi Qana’ah

Oleh: Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar.

TRIBUNMADURA.COM - Dalam bahasa Indonesia sudah umum difahami bahwa qana'ah ialah orang-orang yang sudah merasa cukup yang ada pada dirinya.

Qana'ah berasal dari akar kata "qani’a-yaqna’" berarti merasa puas apa yang ada, rela menerima jatah kenyataan yang datang dari Allah SWT, apapun adanya kenyataan itu.

Para ahli hakikat memahami qana'ah sebagai sikap tenang di dalam menghadapi hilangnya sesuatu yang biasa ada.

Dikatakan juga merasa cukup dengan yang sedikit. Ada juga yang mengatakan merasa kaya dengan yang ada.

Lawan dari qana’ah ialah rakus.

Rakus ialah orang-orang yang tidak pernah merasa puas, sebanyak apapun harta yang dimilikinya.

Hanya penampilan wujudnya yang kelihatan mewah tetapi di dalam hati dan pikirannya betul-betul sangat miskin.

Ikrimah dan beberapa ulama tafsir mempunyai beragam pendapat tentang ayat: Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS al-Nahl/16:97).

Yang dimaksud hayatan thayyibah (kehidupan yang baik) dalam ayat ini adalah qana’ah.

Baca juga: Ramadan Menjadi Bulan Pertobatan, Simak Penjelasan Tentang Taubat Inabah dan Istijabah

Demikian juga dalam ayat: Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS al-Hajj/22:58).

Yang dimaksud rizqan hasanan (rezki yang baik) dalam ayat ini adalah qana’ah, sebagaimana ditegaskan juga di dalam ayat lain: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS al-Ahdzab/33:33).

Yang dimaksud kata al-rijz dalam ayat ini ialah kekikiran dan kerakusan.

Sedangkan kalimat wayuthahirakum tathhiran (membersihkan kamu sebersih-bersihnya) ialah dengan cara dermawan dan qana’ah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved