Hikmah Ramadan
Syarat dan Ketentuan I’tikaf, Simak Perbedaan I’tikaf Orang Awam dan Khawas
I’tikaf ada syarat dan ketentuannya. Selama i’tikaf tidak dibenarkan berhubungan suami-istri, keluar masuk masjid tanpa keperluan dan lainnya.
I’tikaf
Oleh: Menteri Agama, Prof Dr H Nasaruddin Umar.
TRIBUNMADURA.COM - Salah satu hikmah Ramadan ialah hadirnya malam-malam tertentu untuk melakukan I’tikaf atau iktikaf di masjid.
I’tikaf ialah berdiam diri di masjid untuk melakukan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah Swt.
Orang yang melakukan I’tikaf disebut mu’takif, jamaknya muktakifin. Seorang mu’takif.
I’tikaf ada syarat dan ketentuannya. Selama menjalankan i’tikaf tidak dibenarkan berhubungan suami-istri, keluar masuk masjid tanpa keperluan, dan dianjurkan menutup aurat serta memperbanyak amalan ibadah seperti zikir, wirid, tafakkur, tadzakkur, di samping salat dan membaca ayat suci Alquran.
Rangkaian i’tikaf harus diawali dengan niat.
I’tikaf bisa beberapa hari, khususnya pada 10 hari terakhir bulan Ramadan dan bisa juga beberapa saat.
Inti i’tikaf sesungguhnya ialah ibadah rohani, yaitu dengan melakukan muhasabah atau mujahadah.
Sebagian ulama berpendapat kalau saja orang bisa melakukan muhasabah dengan dengan baik maka sesungguhnya lebih baik baginya dari pada salat sunat.
Muhasabah bisa diisi dengan zikir dan wirid atau tafakkur dan tadzakkur.
Zikir dan wirid sesungguhnya sama, hanya bedanya zikir menyebut dan mengingat nama-nama Allah secara umum tanpa ketentuan; sedangkan wirid ialah zikir yang sudah diatur jumlah dan ketentuannya secara rutin.
Baca juga: Niat Iktikaf Ramadan 2026, Simak Syarat serta Tata Cara Pelaksanaannya
Tafakkur sudah tidak ada lagi bacaan dan hitungan. Yang ada ialah mengingat dan merenung masa lampau kita yang kelam lalu memohonkan ampun kepada Allah SWT.
Sedangkan tadzakkur, sudah tidak ada lagi ingatan yang aktif. Yang ada hanyalah ketenangan, kebisuan, dan kepasrahan.
Tadzakkur ketika sedang berada pada puncak kekhusyukan, sehingga ia seolah-olah tidak menyadari diri kalau ia sesungguhnya berada pada tingkat kesadaran paling tinggi, tingkatan kesadaran para auliya dan para Nabi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-alquran-ilustrasi-baca-alquran-ilustrasi-iktikaf-ilustrasi-ibadah.jpg)