Hikmah Ramadan
Syarat dan Ketentuan I’tikaf, Simak Perbedaan I’tikaf Orang Awam dan Khawas
I’tikaf ada syarat dan ketentuannya. Selama i’tikaf tidak dibenarkan berhubungan suami-istri, keluar masuk masjid tanpa keperluan dan lainnya.
I’tikaf mempunyai beberapa tingkatan.
I’tikafnya orang awam ialah datang ke masjid melakukan rangkaian ibadah formal seperti salat lail, tahajjud, witir, mengaji atau tadarrusan, sesekali diisi oleh pengajian.
I’tikaf orang khawas lebih dari sekadar itu; bukan mengejar target-target kuantitas misalnya banyaknya rakaat salat yang harus dilakukan, banyaknya juz Alquran yang dibaca, dan hebatnya penceramah yang ia dengar. Yang penting bagi khawashul Mu’takifin ialah kualitas mujahadah yang dapat diraih. Kalau perlu yang bersangkutan menembus tingkatan mukasyafah yaitu membuka hijab atau tabir yang selama ini menghalangi.
Baca juga: Benarkah Sedekah Subuh Saat Ramadan Miliki Keutamaan Khusus? Simak Penjelasan Ustaz Faishal Abdan
I’tikaf bisa mengantarkan seseorang kepada tingkat kesadaran yang lebih tinggi sehingga kemabruran Ramadan terpancar selalu di wajah orang ini seusai Ramadan.
I’tikaf betul-betul menjadi momentum untuk menggunting dosa-dosa langganannya sehingga ia tampil beda seusai kembali ke hari Idulfitri.
Beruntunglah orang-orang yang berhasil meraih prestasi i’tikaf sejati seperti ini. Kita berharap dan sekaligus bermohon agar i’tikaf kita kali ini lebih intensif dan efektif.
Kualitas i’tikaf dapat diukur seberapa tenang dan pasrah pikiran dan hati di dalam menjalankannya. Terkadang tidak terasa kita berada pada ujung malam tanpa sedikitpun merasakan rasa ngantuk dan kelelahan.
I’tikaf dirasakan sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan dan sama sekali tidak dirasakan lagi sebagai suatu beban.
Berbagai ibadah yang dilakukan di dalamnya menyenangkan, seperti tadarrus Alquran dan berbagai salat sunnah.
Jiwa lembut, hati putih, pikiran lurus, dan akhlak karimah betul-betul terasa di dalam diri yang bersangkutan. Semoga kita bisa meraih indahnya i’tikaf.
Di dalam masyarakat modern, terutama yang tinggal di perkotaan, sudah selayaknya memprogram diri untuk mengikuti I’tikaf, baik I’tikaf mandiri, secara perorangan maupun berjamaah.
Ini penting untuk memberikan ruang istirahat kepada rohani atau batin seseorang guna meraih kesegaran kembali setelah dilelahkan oleh berbagai urusan dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-alquran-ilustrasi-baca-alquran-ilustrasi-iktikaf-ilustrasi-ibadah.jpg)