Selasa, 28 April 2026

Hikmah Ramadan

Menjemput Kehadiran Lailatul Qadr di Dalam Jiwa

Salah satu keutamaan malam-malam di bulan suci Ramadan ialah turunnya suatu malam yang disebut malam Lailatul Qadr atau Lailatul Qadar.

Editor: Dwi Prastika
TRIBUNSUMSEL.COM
ILUSTRASI MALAM LAILATUL QADAR - Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling istimewa dalam ajaran Islam, Senin (9/3/2026). Salah satu keutamaan malam-malam suci Ramadan ialah turunnya suatu malam yang disebut malam Lailatul Qadr. 

Menjemput Lailatul Qadr

Oleh: Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar.

TRIBUNMADURA.COM - Salah satu keutamaan malam-malam suci Ramadan ialah turunnya suatu malam yang disebut malam Lailatul Qadr.

Malam ini sebetulnya bagi kita mungkin tidak terasa dan dilihat tidak lebih dari malam-malam selainnya.

Hanya saja dalam pandangan ulama hadis memang disebutkan banyak keajaiban malam Lailatul Qadr ini.

Dalam sebuah hadis dijelaskan, ketika Nabi Muhammad SAW memimpin salat jamaah yang makmumnya para nabi di Baitul Maqdis, Palestina, menjelang mi’raj ke langit, para nabi memohon untuk dihidupkan kembali secara normal di muka bumi, meskipun hanya sebagai umat biasa dan tunduk kepada ajaran Islam.

Rahasia di balik permohonan itu ialah keberadaan Lailatul Qadr yang tidak pernah ada sebelum umat Nabi Muhammad. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan Tuhan.

Mengapa para nabi tersebut memandang penting makna Lailatul Qadr?

Tentu saja mereka melihatnya demikian karena mereka hidupnya di alam barzah, bagian dari alam gaib, dan menyaksikan betapa sibuk para malaikat langit turun memberikan fasilitas spiritual kepada para manusia, sebagaimana juga disebutkan dalam ayat tersebut di atas.

Keutamaan Lailatul Qadr di dalam bulan istimewa Ramadan luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam ayat: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr/97:4).

Baca juga: Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan: Momen Memohon Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar

Ayat-ayat di atas bagian dari ayat-ayat yang menceritakan keluarbiasaan malam sebagai waktu untuk menjalin komunikasi aktif dan intensif dengan Allah SWT.

Ayat-ayat di atas, seolah-olah lebih menekankan arti penting malam hari dari pada siang hari, meskipun siang hari Ramadan itu kita mengerjakan puasa wajib Ramadan.

Itulah sebabnya para sahabat dan para ulama yang memahami rahasia keutamaan malam Ramadan lebih banyak begadang di malam harinya.

Mereka mengerjakan berbagai aktivitas ubudiah untuk meraih berkah dan kemuliaan Ramadan.

Begitu pentingnya malam-malam hari Ramadan sehingga pernah ada sahabat yang membentangkan tali dari tiang ke tiang untuk menyangga badannya yang sudah lemah sambil terus melaksanakan salat-salat sunat di malam hari.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved