Hikmah Ramadan
Menjemput Kehadiran Lailatul Qadr di Dalam Jiwa
Salah satu keutamaan malam-malam di bulan suci Ramadan ialah turunnya suatu malam yang disebut malam Lailatul Qadr atau Lailatul Qadar.
Pada masa turunnya Alquran bilangan paling tinggi ialah bilangan angka seribu.
Sekiranya ada bilangan triliun seperti saat ini, maka mungkin redaksi Alquran “lebih mulia dari pada setriliun bulan”. Itulah sebabnya ulama Tafsir tidak mengartikan kata alfun dalam ayat di atas dengan “seribu” tetapi ribuan atau beribu-ribu bulan, atau unlimited¸tanpa batas.
Baca juga: Ramadan Menjadi Bulan Pertobatan, Simak Penjelasan Tentang Taubat Inabah dan Istijabah
Di sini bukan angka-angka yang amat penting tetapi kualitas dan intensitas waktu itu. Ini bisa dimengerti dan dirasakan, bahwa memang malam hari menampilkan kegelapan tetapi bukankah kegelapan menjanjikan ketenangan, keteduhan, keakraban, kepasrahan, kerinduan, kehangatan, kesyahduan, dan kekhusyukan.
Sebaiknya kita lebih bersahabat dengan rahasia malam hari agar kita bisa memperoleh keberkahan hidup yang luar biasa.
Alangkah ruginya kita yang sudah menjadi umat nabi Muhammad tetapi masih menyia-nyiakan dan membiarkan peristiwa dahsyat Lailatul Qadr berlalu begitu saja, tanpa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyiapkan bekal hidup akhirat kita.
Seandainya hidup kita dikaruniai umur panjang misalnya 70 tahun, maka kita akan melewati 70 kali momen Lailatul Qadr.
Potong saja usia masa anak-anak yang belum mukallaf 15 tahun maka usia produktif kita masih ada 55 tahun, dikalikan 1000 bulan, maka jumlah usia produktif kita setara dengan 55.000 bulan atau 4583 tahun.
Inilah kelebihan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan keistimewaan khusus yang tidak diberikan selain kita.
Mari kita menjemput kehadiran Lailatul Qadr di dalam jiwa kita masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-Lailatul-Qadar-malam-yang-paling-istimewa-dalam-ajaran-Islam.jpg)