Kasus Ujaran Kebencian

Inilah Profil Lengkap Arif Kurniawan, Pemilik Akun Antonio Banerra Pengunggah Ujaran Kebencian SARA

Inilah Profil Lengkap Arif Kurniawan, Pemilik Akun Facebook (FB) Antonio Banerra Pengunggah Ujaran Kebencian SARA

Inilah Profil Lengkap Arif Kurniawan, Pemilik Akun Antonio Banerra Pengunggah Ujaran Kebencian SARA
TRIBUNMADURA/LUHUR PAMBUDI
Arif Kurniawan usai diringkus polisi dan dikeler ke Polda Jatim, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Arif Kurniawan Radjasa, nama asli pemilik akun Facebook bernama 'Antonio Banerra' yang menulis ujaran kebencian bernada SARA ditangkap Polda Jatim, Sabtu (6/4/2019).

Kasus hukum ini, bukannya kali pertama yang menimpa Arif Kurniawan.

Arif merupakan pria kelahiran Surabaya 36 tahun lalu.

Berdasarkan identitas sesuai KTP-nya, Arif ternyata warga yang berdomisili di Dusun Ngemplak Pagerwojo, Perak, Jombang.

Namun, saat ini Arif tinggal indekos di Jalan Buncitan No 149, Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Ia tinggal di sana bersama istrinya bernama Puji Astutik (32) warga Mojosari, Kepanjen, Malang.

Kasubdit V Siber Reskrimsus Polda Jatim  AKBP Cecep Susatiya menuturkan, 10 tahun lalu Arif sempat tersangkut kasus perampasan.

"Dia juga residivis kasus perampasan 10 tahun yang lalu di Jawa Timur," katanya pada awak media, Minggu (7/4/2019).

Sebarkan Ujaran Kebencian Paslon Capres, Pemilik Akun Facebook (FB) Antonio Benerra Ditangkap Polisi

Pelaku terhitung setahun lamanya tidak bekerja alias menganggur.

Sebelumnya, ungkap Cecep, Arif Kurniawan sempat bekerja sebagai sales TV Cable.

"Dia setahun menganggur, sebelumnya kerja di TV Cable," lanjutnya.

Sekadar diketahui, Arif Kurniawan yang menggunakan akun Facebook bernama Antonio Benerra menulis sebuah postingan yang bernada SARA di halamannya Facebook-nya.

Berdasarkan pantauan Polda Jatim, terduga telah menulis ujaran kebencian tersebut sepekan sebelum ditangkap.

Ia menyebut, bila salah satu paslon Capres dan Cawapres menang dalam Pemilu 2019, bakal dipastikan insiden kelam yang pernah terjadi tahun 1998, terulang kembali.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved