Berita Jember

Dugaan Pelecehan Seksual Dosen pada Mahasiswi di Universitas Jember, Tersangka Dapat Skorsing Kampus

Kampus Universitas Jember melakukan pemeriksaan internal atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen.

Dugaan Pelecehan Seksual Dosen pada Mahasiswi di Universitas Jember, Tersangka Dapat Skorsing Kampus
unej.ac.id
Universitas Jember 

Kampus Universitas Jember melakukan pemeriksaan internal atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Pihak Kampus Universitas Jember melakukan pemeriksaan internal atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kepada mahasiswi.

Pemeriksaan internal ini dilakukan di tingkat jurusan, fakultas, sampai akhirnya berkas diserahkan ke Bagian Kepegawaian Universitas Jember.

"Berkas sudah ada di Kementerian Ristek Dikti, tinggal tunggu sanksi oleh menteri yang memegang wewenang," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Jember, Agung Purwanto, Jumat (26/4/2019).

Universitas Muhammadiyah Gresik Resmikan Fakultas Kesehatan, Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Agung Purwanto menegaskan, pihak Universitas Jember telah melakukan prosedur terkait dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di dalam kampus FIB tersebut.

Sementara itu, dosen yang bersangkutan telah mendapatkan skorsing dari pihak FIB sejak Agustus 2018 lalu.

Skorsing itu dilakukan sebagai bentuk sanksi kepada dosen yang diduga melecehkan mahasiswinya itu.

Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual di dalam kampus oleh dosen berinisial HSN itu berembus sejak tahun 2018 lalu.

Berusaha Curi Motor Petani, Pria Asal Surabaya Jadi Bulan-Bulanan Warga usai Aksinya Terciduk Korban

Dari informasi yang dihimpun Surya (Grup TribunMadura.com), peristiwa itu diketahui dari penuturan seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual HSN kepada seorang dosen FIB.

Diduga, korban pelecehan seksual dosen itu tidak hanya satu orang.

Peristiwa ini akhirnya mencuat setelah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ideas, LPM di FIB, mengangkat kisah tersebut, Kamis (25/4/2019).

Agung Purwanto menambahkan, berdasarkan aturan di UU ASN, seorang dosen yang berstatus ASN bisa dipecat karena beberapa hal.

Hal itu antara lain karena terlibat tindak pidana yang memiliki putusan berkekuatan hukum tetap atau terlibat dalam partai politik.

BLACKPINK Ukir Sejarah Baru Girl Grup K-Pop di Tangga Lagu Inggris Lewat Comeback Kill This Love

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved