Berita Tuban
Penyebab Ulat Kepompong atau Enthung Bikin Gatal-gatal bagi Manusia, Ternyata ini Rahasianya
Hewan yang dikenal dengan sebutan Enthung ini menyebabkan alergi berupa gatal-gatal di kulit manusia.
Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Kendati memiliki kadar protein yang tinggi, ulat kepompong nyatanya membuat siapa saja yang memakannya terkena alergi.
Hewan yang dikenal dengan sebutan Enthung ini menyebabkan alergi berupa gatal-gatal di kulit manusia.
Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap asing, baik berbahaya atau pun tidak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Nurul K mengatakan, tiap-tiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda-beda.
• Gelar Demo di Depan Kantor Kejari, Massa Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan Tuntut 4 Poin ini
Sehingga, saat memakan enthung bisa saja terkena alergi, karena kepompong ulat tersebut memiliki protein tinggi.
"Pengaruhnya terhadap ketahanan tubuh, jika tidak kuat makan bisa alergi atau gatal-gatal, karena proteinnya tinggi," ujar Endah dikonfirmasi Surya, Selasa (11/12/2018).
Dia menjelaskan, bahkan alergi tak hanya didapat pada hewan enthung.
• Surabaya Ajukan Diri di Event Internasional, Kali ini Setingkat Unesco Kategori City of Design
Beberapa hewan lain seperti, udang dan kerang, juga bisa menyebabkan alergi karena memiliki protein tinggi.
Meski demikian, Endah menyatakan, enthung bukan hewan beracun.
Hanya saja bisa menyebabkan gatal-gatal, karena pengaruhnya pada daya tahan tubuh.
"Ya protein tinggi memang berpengaruh pada ketahanan tubuh, kalau tidak tahan bisa alergi," terangnya.
• Tuntut Kejelasan Kasus Raskin Desa Larangan Tokol, Massa Gelar Aksi di Depan Kejari Pamekasan