Berita Sampang

Harga Sapi di Sampang Naik Hingga Sejuta Jelang Tahun Baru, Para Pedagang Langsung Terkena Dampaknya

Harga Sapi di Sampang Naik Hingga Sejuta Menjelang Tahun Baru, Para Pedagang Langsung Terkena Dampaknya.

Harga Sapi di Sampang Naik Hingga Sejuta Jelang Tahun Baru, Para Pedagang Langsung Terkena Dampaknya
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Para pedagang ternak sapi di Pasar Hewan Sampang yang berada di Jalan Syamsul Arifin saat memeriksa ternaknya, Kamis (27/12/18). 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Harga sapi di Pasar Hewan Sampang yang berada di Jalan Syamsul Arifin Sampang naik drastis menjelang Tahun Baru 2019. Akibatnya, jumlah pembeli menjadi menurun.

Di Pasar Hewan Sampang sendiri, proses jual beli sapi dilaksanakan setiap hari Kamis.

Mulyadi, seorang pedagang ternak sapi mengatakan, kenaikan harga sapi menjelang Tahun Baru bervariatif dan bergantung pada besar kecilnya sapi.

"Kisarannya antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta setiap ekornya," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, Kamis (27/12/2018).

Jelang Tahun Baru, Harga Kambing dan Ayam di Sampang Turun Drastis

Dampaknya, dari 20 ekor sapi yang dibawa Mulyadi ke Pasar Hewan Sampang dari rumahnya di Desa Pelengaan,  Pamekasan, tidak ada satupun yang berhasil terjual.

"Ini yang membuat kami rugi, baik biaya maupun tenaga. Karena untuk membawa sapi-sapi tersebut kan juga butuh biaya," jelas pria 32 tahun ini.

Hal senada juga dirasakan Nilam (52), pedagang sapi lainnya. Dia mengatakan, kenaikan harga sapi menyebabkan pembeli langsung berkurang drastis.

Lima ekor sapi yang dijualnya di Pasar Hewan, dari pagi hingga siang belum ada satupun yang terjual. 

Tiba-tiba Berada di Atas Genting Rumah, Pria Misterius Langsung Gegerkan Warga Bangkalan Madura

Hingga akhirnya Nilam berinisiatif untuk menurunkan harga dagangannya. "Semoga, dengan harganya saya turunkan, ada orang yang mau membeli," ucapnya.

Karena sepinya pembeli, pengamatan TribunMadura.com di lapangan, ternak sapi yang dijual para pedagang hanya di ikat di pinggiran area pasar tanpa ada pembeli yang sekadar melihat, apalagi menawarnya.

Bahkan, sejumlah pedagang juga terlihat memilih 'meninggalkan' sapinya dan ngopi di warung yang ada di pinggir pasar.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved