Berita Sumenep

Polres Sumenep Sita Puluhan Motor Berknalpot Brong, Pemilik Kendaraan Bisa Ambil dengan Syarat ini

Sebanyak 80 unit kendaraan roda dua di Kabupaten Sumenep disita polisi setempat.

Polres Sumenep Sita Puluhan Motor Berknalpot Brong, Pemilik Kendaraan Bisa Ambil dengan Syarat ini
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Motor yang disita Polres Sumenep, Jumat (2/8/2019). 

Sebanyak 80 unit kendaraan roda dua di Kabupaten Sumenep disita polisi setempat

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep mengamankan 80 unit kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong alias telo.

Puluhan motor roda dua tersebut diamankan di halaman Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Kabupaten Sumenep, Jumat (2/8/2019).

Motor-motor tersebut merupakan hasil dari dua pekan razia yang dilakukan petugas kepolisian dari pengaduan masyarakat yang resah dengan bunyi knalpot, khususnya pada tengah malam.

Sejumlah Kapal di Pelabuhan Gresik Diprediksi Berhenti Beroperasi 4 Hari Akibat Cuaca Buruk

"Ada sekitar 80-an yang diamankan karena menggunakan knalpot brong. Itu hasil penindakan selama dua pekan ini,” kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto.

AKP Deddy Eka Aprianto menuturkan, penggunaan knalpot brong itu tidak sesuai amanah Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2009 tentang Persyaratan Teknis dan Laik Jalan, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 285 Ayat (1).

"Knalpot brong tersebut sangat meresahkan masayarakat, baik siang hari atau waktu malam, itu sama saja," jelas AKP Deddy Eka Aprianto.

"Itu mengganggu kenyaman karena bising, terutama bagi warga saat menjalankan ibadah. Penindakan hampir setiap hari dilakukan," tambah dia.

Dishub Sampang Tak akan Tambah Sarana Prasarana Lalu Lintas Tahun 2019 ini, Begini Alasannya

AKP Deddy Eka Aprianto menyampaikan, pemilik motor bisa mengambil kembali kendaraan mereka setelah proses persidangan selesai.

"Maksimal dua minggu BB tersebut sudah bisa diambil," ucap dia.

Pemiliknya harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar pabrikan jika ingin mengambil kendaraan mereka kembali.

"Nanti, pemiliknya harus mengganti asal, keluar dari Polres harus standar semua, baik knalpot, spion, dan lainnya," katanya.

Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Kota Batu Tunggu Hasil Pencarian Titik Koordinat

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved