Breaking News:

Berita Pasuruan

Diajak Nonton Video Dewasa, Gadis Pasuruan Jadi Korban Pencabulan Tetangganya Selama 3 Tahun Lamanya

Seorang anak di bawah umur menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, dilakukan selama 3 tahun.

thestar.com.my
Pencabulan - Diajak Nonton Video Dewasa, Gadis Pasuruan Jadi Korban Pencabulan Tetangganya Selama 3 Tahun Lamanya 

Seorang anak di bawah umur menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, dilakukan selama 3 tahun

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan menetapkan MRS (53), warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sebagai tersangka.

MRS dijadikan sebagai tersangka kasus pencabulan seorang anak di bawah umur, IN, yang tak lain merupakan anak tetangganya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima YP mengaku, pihaknya sydah mengantongi dua bukti kuat kasus pencabulan seorang anak di bawah umur itu.

Pria Pasuruan Merasa Difitnah Jadi Tersangka Pencabulan Anak, Polisi: Penetapannya Punya Dasar

Truk Muat Kentang Terguling di Tol Gempol-Pasuruan, Tumpahan Kentang Tutupi Jalan Bebas Hambatan

"Kami sudah punya dua alat bukti lengkap, mulai hasil visum dan keterangan saksi. Ada enam saksi dan termasuk korban yang juga sudah kami periksa," ucap AKP Dewa Putu Prima YP, Kamis (22/8/2019).

"Alat bukti sudah kami kantongi. Dan proses ini tetap jalan, tugas kami untuk menambah alat bukti dan membuktikan kejahatan tersangka," tambahnya.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo menjelaskan, kasus ini terjadi tahun 2015.

Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas VI SD.

Kata dia, pencabulan itu dilakukan sejak tahun 2015 dan baru terungkap 2017.

Dinas PMD Jatim Siap Berhentikan Pendamping Desa yang Terbukti Punya 2 Jabatan atau Rangkap Jabatan

Lahan Bambu di Kelurahan Bugih Pamekasan Ludes Terbakar, Ada Warga Buang Puntung Rokok Sembarangan

"Itu terungkap setelah korban berani bercerita ke orang tuanya. Nah, orang tuanya tidak terima. Baru dilaporkan ke Polisi awal tahun ini," kata dia.

Dari laporan orang tua korban, AKBP Rizal Martomo menyebut pihaknya langsung bekerja.

"Dalam pemeriksaan versi tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tapi versi korban, pencabulan dilakukan delapan kali selama tiga tahun itu," jelasnya.

AKBP Rizal Martomo mengungkapkan, modus pelaku yakni mengajak korban masuk ke rumah untuk mencuci piring.

Setelah itu, korban diajak melihat film porno oleh tersangka.

Kompak Membunuh dan Buang Mayat Majikan ke dalam Tong, Pegawai Laundry Dihukum 17 Tahun Penjara

Polisi saat merilis kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang.
Polisi saat merilis kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang. (TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA)

Korban diajak untuk berhubungan badan menirukan adegan di film porno itu.

"Bujuk rayunya diiming-imingi uang Rp 50.000," ucapnya.

"Jadi setiap selesai berhubungan badan, korban diberi uang Rp 50.000 oleh tersangka," pungkas dia. 

Sementara itu, tersangka MRS bersikukuh tidak mengakui semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

"Saya tidak melakukan itu. Saya difitnah, saya tidak mencabuli dia (korban). Itu saya difitnah," kata MRS.

Penyebab Anak Injak Kepala Ibu Terungkap, Marah Tak Diberi Uang Makan di Luar, Viral di Instagram

9 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Diperiksa Penyidik Kejari, Diantar Keluarga dan Pengacara

MRS mengaku tidak pernah menyetubuhi korban, apalagi sampai delapan kali sejak tahun 2015.

Kata dia, semuanya itu fitnah dan bohong besar, meski tidak mengelak jika mengenal korban.

"Saya kenal sama korban. Dia sering main di depan rumah saya," ucap dia.

"Karena di depan rumah saya ada pohon coklat. Ia sering bermain sama teman-temannya," tambah dia.

Dia juga mengakui bahwa korban sering dimintai tolong untuk mencuci piring di rumahnya.

Petani Tembakau Sampang dan Pamekasan Geruduk Kantor PT Bentoel, Tuntut Kejelasan Kontrak STP Barang

Tapi, yang menyuruh itu bukan dia, melainkan istrinya.

"Saya juga sering kasih uang Rp 5.000 setelah selesai cuci piring," jelasnya.

"Saya sangat yakin kalau saya difitnah buruk dan jelek. Itu tidak benar karena saya tidak melakukannya," imbuh dia.

Ditanya soal langkah selanjutnya karena yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya, MRS justru mengembalikan itu ke penyidik.

"Saya tidak tahu. Apa kata penyidik saja, yang jelas saya tidak mengakuinya," tambah dia.

Sejumlah Anak Jalanan dan Pelajar Terjaring Razia di Jalan, Benda Mengejutkan ini Juga Ditemukan

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved