Berita Pamekasan

Kisah Muna Masyari Cerpenis Lokalitas Madura, Penjahit Pakaian dan Merangkai Cerita Pendeknya

Keterbatasan fisik tidak menjadikan Muna Masyari untuk berkarya dengan menulis cerita pendek.

Kisah Muna Masyari Cerpenis Lokalitas Madura, Penjahit Pakaian dan Merangkai Cerita Pendeknya
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Muna Masyari saat memerkan piala pengetahuan dari Kompas, Minggu (8/9/2019). 

Keterbatasan fisik tidak menjadikan Muna Masyari untuk berkarya dengan menulis cerita pendek

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keterbatasan fisik tidak menjadikan Muna Masyari (32) membatasi mimpinya.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit ini aktif menulis.

Dari tangannya, telah lahir banyak cerita pendek tentang lokalitas Madura di antaranya, Martabat Kematian (Kumpulan Cerpen, 2019) dan Tanah Air (Antologi Cerpen Pilihan Kompas, 2016).

Daftar Ranking Girl Group Terpopuler Bulan September 2019, Red Velvet Kalahkan BLACKPINK dan TWICE

Lalu, ada Kasur Tanah (Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas, 2017), Munajat Sesayat Doa (Kumpulan Puisi, 2011), dan Doa Yang Terapung (Kumpul Cerpen Pilihan Kompas 2018) yang diciptakannya.

Karya tulis warga Desa Larangan Badung, Kabupaten Pamekasan, itu bahkan banyak dimuat di berbagai media nasional.

Muna Masyari memang lahir dari kelurga yang kurang mampu.

Pendidikan terakhirnya, hanya mengenyam pendidikan SD dan masih tidak lulus.

Ia berhenti sekolah saat memasuki kelas enam SD.

Tiga Kandidat Mendaftar Penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDIP yang Berlangsung Tertutup

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved