Berita Surabaya
Menolong Orang di Surabaya, Driver Ojek Online ini Malah Ditikam Pisau dan 2 Hari Tak Sadarkan Diri
Menolong Orang Paruh Baya di Surabaya, Driver Ojek Online ini Malah Ditikam Pisau Hingga 2 Hari Tak Sadarkan Diri.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Mujib Anwar
"Terus anakku ngelawan orangnya dipegang lehernya, baju, belakang, cuma anakku lagi kesakitan dilepas orangnya. Tapi anakku teriak teriak; rampok rampok," ujar perempuan berkerudung itu.
Seraya berkemelut dengan si pelaku begal motor dan rampok, lanjut Dinda, Deddy Juniar Rapsodi berteriak kencang.
Entah mungkin panik atau ada hal lain, sadar jikalau aksi perampokkannya gagal, pelaku sontak melarikan diri.
"Terus habis itu anakku lepas, orangnya lari loncat pagar RSIA, lari ke jalan raya tapi dibelakang RSIA kan ada pabrik, didepannya ada CCTV juga itu," ujarnya.
Namun, ungkap Dinda, anaknya itu sempat menyingkap topi warna merah yang dikenakan pria paruh baya itu untuk menutupi wajahnya.
"Waktu itu sebelum kabur, topinya diambil sama anakku, soalnya topinya itu buat nutupin wajah, setengah baya, pakai topi merah," kata ibu lima anak itu.
Setelah pelaku lari tunggang langgang tak diketahui jejaknya, Deddy Juniar Rapsodi yang masih dalam keadaan sadar, berinisiatif mencabut pisau yang masih menancap di punggunnya seorang diri.
"Anakku kan kesakitan, nah pisaunya itu dicabut sendiri, disini, nah itu tembus sampai paru-paru lebarnya 5 cm, dalamnya juga 5 cm," ucapnya, seraya menyentuh punggung sisi kanan jurnalis TribunJatim.com (Grup Tribunmadura.com).
Lalu, dengan kondisi bersimbah darah pasca mencabut pisau tersebut, ungkap Dinda, anaknya itu langsung bergegas menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang letakknya tak jauh dari lokasinya penikaman itu.
"Waktu itu, dia itu jalan sendiri naik sepeda motor sambil megangi punggungnya yang berdarah itu, anak saya sampai kehabisan darah 5 liter," jelasnya.
Setibanya di RSIA, ungkap Dinda, Deddy Juniar Rapsodi mendapat pertolongan pertama dengan dibedi perban pada bagian luka belas tikaman.
"Dari situ disitu cuma diberi perban aja, sambil tengkurap, disitu darahnya beku di paru paru, habis itu diberi rujukan sama pihak RS, ternyata RS Soetomo yang mau menerima," tuturnya.
Menurut Dinda, anaknya itu mendapat perawatan pertama di RSIA tersebut selam 2 jam.
Kemudian, pukul 01.00 Dini hari, Senin (16/9/2019) anaknya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.
"Sampai RS soetomo, sempat minta makan dan minum jam 03.30. Itu masih sadar lho, masih bisa bicara sama teman temannya," ungkapnya.