Berita Surabaya
Menolong Orang di Surabaya, Driver Ojek Online ini Malah Ditikam Pisau dan 2 Hari Tak Sadarkan Diri
Menolong Orang Paruh Baya di Surabaya, Driver Ojek Online ini Malah Ditikam Pisau Hingga 2 Hari Tak Sadarkan Diri.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Mujib Anwar
Semula memang kondisi Deddy Juniar Rapsodi stabil.
Namun sekitar pukul 04.00 WiB, Deddy mengeluh sesak nafas dan disusul kemudian, memuntahkan makanan yang beberala saat lalu dikudapnya. Lalu tak sadarkan diri. Kritis.
Deddy yang tak sadarkan diri, langsung mendapat penanganan intensif oleh pihak dokter.
Hingga pukul 07.00 WiB, ungkap Dinda, anak keduanya itu ternyata harus menjalani operasi penutupan luka, dan pemulihan terhadap luka sobek yang ada di paru-laru Deddy.
Kendati keputusan operasi dan segala perosedurnya telah dilampaui, ternyata ada satu hal yang membuat proses operasi itu tak kunjung dimulai.
Ternyata, ungkap Dinda, anaknya itu dalam kondisi kehabisan darah, sehingga pihak dokter belum bisa melakukan penanganan medis operasi, sebelum Deddy diberikan tambahan donor darah.
"Sampai jam 07.00 pagi, dokternya binugung, mau dioperasi ternyata darahnya kan habis, lalu dikasih 5 kantong darah," tuturnya.
Saat Dinda menyempatkan diri melihat kondisi anaknya itu sebelum menjalani operasi, ia mengaku hanya bisa pasrah pada Tuhan.
Pasalnya, ia melihat kondisi Deddy Juniar Rapsodi, anak keduanya itu tergolek lemas dalam keadaan pucat dan tak berdaya.
"Pertamanya saya disuruh masuk ke ruangan saya tahunya anak saya sudah kayak mayat gitu, kakinya putih kayak orang meninggal gitu, nafasnya juga sulit," tukasnya.
Dan pukul 07.15 WIB itu merupakan momen terkahir yang mendebarkan bagi Dinda sebelum anaknya itu akan dioperasi.
Operasi itu berjalan tujuh jam lamanya, pihak dokter keluar dari ruang operasi lantas memindahkan tubuh anaknya yang tergolek lemas tak sadarkan diri itu ke Ruang ICU Terpadu lantai 2, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kondisi kritis tak sadarkan diri pasca operasi itu ternyata berlangsung hingga pukul 04.00 WIB, Selasa (17/9/2019).
"2 hari kritis baru sadar, matanya dibuka, reaksi tangan, reaksi kaki, minta minum, tapi gak bisa ngomong, cuma gerak gerak aja," jelasnya.
Dinda menuturkan, kondisi anaknya itu telah membaik bahkan sudah bisa berbicara.