Breaking News:

Berita Madiun

Dua Wanita Kurir Sabu Menangis di Sel Penjara, Dituntut 20 Tahun karena Terbukti Bawa Narkoba 4 Kg

Dua terdakwa kasus kepemilikan sabu dituntut hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Dua kurir sabu saat di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Rabu (2/10/2019) siang. 

Dua terdakwa kasus kepemilikan sabu dituntut hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Dua terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 4 kg, Siti Artiya Sari (38) dan Natasya Harsono (23), tak mampu menahan tangis.

Keduanya menangus setelah mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Rabu (2/10/2019) siang.

Pembacaan tuntutan dibacakan Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Madiun, Nur Amin dan Irwan Safari.

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek RKB SMPN 2 Ketapang, Seret Nama Mantan Kadisdik

Tempuh 8 Jam Perjalanan dari Wamena Pakai Pesawat Hercules, Ratusan Perantau Jatim Tiba di Malang

Tim JPU menuntut terdakwa Siti Artiya Sari hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun setengah.

Sedangkan terdakwa Natasya dituntut hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun.

"Masing-masing kita tuntut dengan 20 tahun penjara," kata Irwan kepada wartawan usai sidang.

"Hanya tuntutan subsidernya yang beda, selisih enam bulan saja," sambung dia.

Pantauan di lokasi, Siti Artiya Sari tampak beberapa kali mengusap matanya yang tampak berkaca-kaca menahan tangis.

DPMD Sumenep Pastikan Kehadiran Ujian Kepemimpinan Bacakades Tak Pengaruhi Penguguran Pencalonan

Petugas Satpol PP Tuban Diteriaki Maling Warga Setempat, Kasatpol Akui sudah Jadi Hal Biasa

Namun, ketika sidang berakhir dan dikembalikan ke ruang tahanan, keduanya saling berpelukan dan menangis.

Usai melepas baju tahanan, Tasya kemudian memeluk Siti yang tak kuasa menahan tangis.

Keduanya, enggan berkomentar saat dimintai tanggapan terkait tuntutan yang dibacakan tim JPU.

Diberitakan sebelumnya, kedua wanita ini ditangkap petugas dari BNNP Jatim pada 3 Mei 2019.

Keduanya ditangkap di bekas tempat lokalisasi di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 atau pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 Undang-Undang (UU) 35/2009 tentang Narkotika. (rbp)

Dirut RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Siap Pecat Pegawainya Jika Terbukti Lakukan Perselingkuhan

Pasangan Selingkuh di Mojokerto Ternyata Kerja Satu Tempat, Pelaku Berprofesi Jadi Dokter Spesialis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved