Minggu, 3 Mei 2026

Protes Penahanan Suporter di Malaysia

Suporter Timnas Disebut Teroris, Presiden K-Conk: Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia

Suporter Timnas Disebut Teroris, Presiden K-Conk: Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia

Tayang:
TRIBUNMADURA/SOFYAN ARIF CHANDRA SAKTI
Presiden K-Conk, Jimhur Saros 

Suporter Timnas Disebut Teroris, Presiden K-Conk: Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Presiden K-Conk, Jimhur Saros menganggap Pemerintah Malaysia telah mempermalukan Bangsa Indonesia, terutama suporter Sepakbola Indonesia.

Itu setelah ditangkapnya tiga suporter Indonesia yang dituduh sebagai teroris, di negeri Jiran tersebut.

"Pemerintah Malaysia harus segera mencabut statusnya sebagai teroris ini mempermalukan bangsa Indonesia, seorang suporter dikatakan teroris," ucap Jimhur Saros, Senin (25/11/2019), dalam menggelar aksi solidaritas untuk suporter Timnas Indonesia yang ditahan di Malaysia, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Menurut Jimhur Saros, ada tiga suporter Indonesia yang ditahan di Malaysia. Yakni, Iyan Prada Wibowo dan Rifki Choirudin serta Andreas Setiawan.

Dari tiga orang tersebut, dua diantaranya Iyan Prada Wibowo dan Rifki Choirudin sudah dibebaskan.

"Tinggal Andreas, Bonek Denpasar yang belum dibebaskan," bebernya.

Bonek Akan Gelar Aksi Lebih Besar Hingga Didengar Jokowi dan Malaysia Bebaskan Suporter Indonesia

BREAKING NEWS: Turun Jalan, Suporter Surabaya Tuntut Suporter Timnas Ditahan di Malaysia Dibebaskan

Pidato Nadiem Makarim Viral, Pengamat Sebut Bahasan Pendidikan yang Tak Disukai Kini Berubah

Pihaknya, kata Jimhur Saros juga mempertanyakan alasan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang menuduh suporter terutama Andreas sebagai teroris.

"Tidak tahu juga, masih dalam proses pemeriksaan.

Kita belum bisa menemui, tapi menurut kabar dia baik-baik saja," ucap Jimhur.

Seharusnya pihak yang ditangkap adalah suporter Malaysia yang sempat menganiaya suporter Timnas Indonesia.

"Kita dilakukan sangat tidak manusiawi kita dipukuli dan diambil barangnya, dompet HP semuanya.

Sedangkan orang Malaysia yang melakukan hal itu malah dibiarkan berkeliaran," tandasnya.

Perwakilan suporter sepakbola Indonesia (kiri) saat menyampaikan aspirasi kepada Direktur Kompetisi dan Ahli Status Pemain Asprov PSSI Jatim Arif Saifudin, di Kantor PSSI Jatim, Senin (25/11/2019).
Perwakilan suporter sepakbola Indonesia (kiri) saat menyampaikan aspirasi kepada Direktur Kompetisi dan Ahli Status Pemain Asprov PSSI Jatim Arif Saifudin, di Kantor PSSI Jatim, Senin (25/11/2019). (TRIBUNMADURA/NDARU WIJAYANTO)

Selain itu, Presiden K-Conk, Jimhur Saros juga menilai bahwa pemerintah Indonesia melempem dalam menyikapi penahanan supoter Timnas Indonesia di Negeri Jiran Malaysia.

Pemerintah Indonesia disebutnya kurang tegas dalam menyikapi konflik antara suporter Malaysia dan suporter Indonesia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved