Berita Surabaya

Pelaku Pembuatan Uang Palsu Mengaku Hidup dalam Kemiskinan, Sedih Anaknya Menangis karena Kelaparan

Pelaku pembuatan uang palsu mengaku mendapatkan ide setelah mendengar sang anak mengeluh lapar.

Pelaku Pembuatan Uang Palsu Mengaku Hidup dalam Kemiskinan, Sedih Anaknya Menangis karena Kelaparan
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Sindikat pembuatan uang palsu saat rilis kasus di Halaman Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (5/12/2019). 

Pelaku pembuatan uang palsu mengaku mendapatkan ide setelah mendengar sang anak mengeluh lapar

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pelaku pembuatan uang palsu, Uud Zainuddin (44) mengaku terpaksa menjalankan praktik haramnya itu.

Warga Kabupaten Jember itu mengaku terdesak kebutuhan hidup sehingga berinisiatif membuat uang palsu.

Uud mengatakan, ia tidak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan.

Kaget Dengar Suara Mencurigakan, Pasutri Sidoarjo Terbangun dari Tidur, Kaget Buka Pintu Rumahnya

Rumah Mewah di Kota Malang Disegel Satpol PP dan BP2D, Ketahuan Nunggak Pajak Sejak 16 Tahun Lalu

Penghuni Kost Mendadak Ganti Gembok Pintu Kamar, Terungkap Hal Mengejutkan yang Disembunyikannya

"Pertama saya memang tidak ada pekerjaan," kata dia di Halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (5/12/2019).

Kondisi kemiskinan Uud juga mempengaruhi anaknya.

Ia mengungkapkan, pernah sang anak mengeluh lapar.

Namun, saat itu, di meja makannya, hanya terdapat beberapa potong tempe goreng.

"Anak itu tanya 'yah makannya apa?', saya jawab 'itu ada tempe', ternyata dia duduk terus menangis," jelas dia.

Melihat kenyataan itu, Uud mengaku makin gelap mata.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved