Berita Blitar

Kebelet Pipis Malam-Malam, Anggota Polisi Kaget Ada Bayangan Mondar-Mandir di Depan Kamar Mandi Kost

Nur Hadi (19) saat itu nekat mencuri ponsel anggota Polres Blitar Kota di rumah kosnya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Pelaku pencurian ponsel saat diinterogasi di Polres Blitar Kota, Jumat (6/12/2019). 

Tersangka menyasar ponsel yang tergeletak tanpa pengawasan pemilik di dalam toko.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengungkapkan, modus pelaku saat beraksi yaitu mengajak anaknya berinisial N.

"Uniknya pelaku mengajak anaknya," kata Kombes Pol Sandi Nugroho di Halaman Mapolsek Wonocolo, Kamis (5/12/2019).

"(Tujuannya) memudahkan pencurian itu," sambung dia.

Kombes Pol Sandi Nugroho mengungkapkan, N bertugas menggasak ponsel korbannya yang tergeletak tanpa pengawasan.

Ponsel tersebut, kata dia, dimasukkan ke dalam saku celananya.

"Ketika yang jaga atau si pemilik lengah, maka anaknya diminta ambil ponsel dimasukkan ke dalam celana," jelasnya.

Sedangkan pelaku, ungkap Kombes Pol Sandi Nugroho, bertugas mengalihkan perhatian korban.

Tersangka menyibukkanya dengan mengajak ngobrol pemilik agar anaknya leluasa mencuri ponsel.

"Pelaku sengaja pura-pura beli di toko pakaian warung atau rumah makan," ucap Kombes Pol Sandi Nugroho.

"Seolah olah membeli tapi hanya mengalihkan perhatian," tambah dia.

Sementara itu, Nasir mengaku, motifnya sengaja mengajak anak dalam mencuri hanya untuk memudahkan aksinya.

Ia mengaku menyesal melibatkan anak perempuannya dalam melakukan pencurian.

Nasir mengaku rela mendekam di penjara, asalkan anak perempuannya tidak dilibatkan dalam proses hukumnya.

"Anak kandung saya. Sayang sama anak saya," kata Nasir.

"Jangan ikut dipenjara pak jangan," tukasnya dengan suara pelan seraya menggelengkan kepala beberapa kali.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved