Berita Blitar

Kebelet Pipis Malam-Malam, Anggota Polisi Kaget Ada Bayangan Mondar-Mandir di Depan Kamar Mandi Kost

Nur Hadi (19) saat itu nekat mencuri ponsel anggota Polres Blitar Kota di rumah kosnya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Pelaku pencurian ponsel saat diinterogasi di Polres Blitar Kota, Jumat (6/12/2019). 

Ratno mencuri Toyota Innova Nopol B 1975 BZA milik Pujiati di Perum BTN Asabri, Kecamatan Gedog, Kota Blitar.

Kelabuhi Polisi, Pengedar Sabu Simpan Dagangannya di Tempat Tak Terduga, Sampai Dibilang Cerdik

Ponpes Miftahul Ulum Panyepen Palengaan Kekurangan Air Bersih, Kapolres Beri Bantuan 5000 Liter Air

Pelaku yang tercatat sebagai warga Kesamben, Kabupaten Blitar dan korban sudah saling kenal.

Kata AKBP Leonard Sinambela, pelaku sering disuruh korban mencucikan mobil.

Hal itu yang dimanfaatkan pelaku untuk menggandakan kunci mobil korban.

Ketika korban lengah, pelaku mencuri mobil milik korban yang diparkir di teras rumah.

"Kami juga mengungkap kasus pencurian mobil. Modus pelaku yaitu menggandakan kunci mobil milik korban," jelas AKBP Leonard Sinambela.

Bak Scene di Film, Beton Tiang Listrik Terlepas dari Truk dan Hantam Mobil hingga Pengemudinya Tewas

Hendak Naik dari Sungai, Kakek ini Tewas Tersambar Kereta Api, Saksi Sempat Lihat Tubuhnya Bergerak

"Pelaku dan korban sudah kenal dengan korban," ujarnya.

Selain itu, polisi juga mengungkap kasus pencurian sepeda motor.

Polisi mengamankan Supriadi, Jl Cempaka, Kota Blitar, dalam kasus itu.

Supriadi mencuri sepeda motor milik pamannya sendiri.

"Dalam sepekan ini, kami mengungkap tiga kasus pencurian di wilayah hukum Polres Blitar Kota," katanya. (sha)

Sejumlah Toko di Pamekasan Tak Gaji Karyawannya Sesuai UMK 2019, Bupati: Sudah Kesepakatan Kontrak

Ajak Anak Mencuri Ponsel

Tersangka pencurian ponsel, M Nasir (43) terbilang menggunakan cara unik saat melakukan aksinya.

M Nasir mengajak putrinya yang berusia tujuh tahun untuk melakukan pencurian ponsel.

Selama kurun waktu setahun, pelaku tercatat sudah beraksi di tujuh lokasi di Kota Surabaya.

Tempat-tempat yang menjadi sasarannya, yaitu rumah makan, depot di pinggir jalan, toko baju, dan kantor jasa ekspedisi pengiriman barang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved