Mendikbud Hapus Ujian Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Kebijakannya Didukung Dewan Pendidikan Sumenep

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus Ujian Nasional mendapat dukungan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS).

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Mohammad Suhaidi, saat ditemui TribunMadura.com di ruang kerjanya. Selasa (16/7/2019). 

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus Ujian Nasional mendapat dukungan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS)

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Nadiem Makarim untuk menghapus Ujian Nasional.

"Kami sangat setuju," kata Mohammad Suhaidi, Sekretaris DPKS saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Jumat (13/12/2019).

Mohammad Suhaidi menilai, Ujian Nasional selama ini hanya menilai hasil belajar dari tingkat kognitif saja, yang notabene hanya angka yang berbicara.

Pura-Pura Mencari Kamar Kos, Pria ini Melihat Pintu Kamar Kos yang Terbuka, Lalu Muncul Niat Jahat

Bermula dari WhatsApp, Kisah Tragis Tangan Anak Dipanggang Ibu Tirinya Terbongkar: Saya Gak Bandel

Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid di Pamekasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim

"UN yang selama ini menyamaratakan standart nilai kelulusan," ucap Mohammad Suhaidi.

"Tidak memandang sekolah perkotaan, desa, ataupun pulau. Itu lah kesalahan UN selama ini yang dianggap sah untuk diujikan pada peserta didik," tambah dia.

Sedang hasil belajar itu, katanya, ada tiga ranah yang dibidik, baik itu kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan), dan afektif (sikap).

Menurut dia, tiga ranah yang dimaknainya dalam pidato Mendikbud Nadiem Makarim, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (ini terkait penilaian kognitifnya) dan Survei Karakter/penguatan karakter (terkait afektif peserta didik) dan masih terbagi lagi ke dalam beberapa kemampuan (ranah psikomotornya).

Kemampuan itu di antaranya, kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi).

"Apabila UN dengan konsep ini diterapkan tidak akan lagi ada peserta didik, guru maupun orang tua cemas dengan datangnya UN," ucap Mohammad Suhaidi.

"Bahkan penilaian dengan AKM tersebut sudah sesuai dengan kualifikasi masing masing sekolah. Sekolah memiliki AKM (KKM) yang berbeda-beda," sambung dia.

"Sehingga memudahkan peserta didik untuk bisa lulus dalam pertarungan UN," pungkas dia.

Tak hanya Guru dan Wali Murid, Dinas Pendidikan Jatim Juga Dukung Ujian Nasional Dihapus Mendikbud

Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid Beber Alasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved