Berita Pamekasan

Penasaran Soal Aktivis Perempuan, Penulis Asal Pamekasan Ikut Program Residensi Mendikbud ke Mollo

Penulis Buku Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba asal Kabupaten Pamekasan menjalani Program Residensi Penulis Indonesia.

Dok Royyan Julian
Royyan Julian saat mengajar di sebuah lembaga sekolah di Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. 

Penulis Buku Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba asal Kabupaten Pamekasan menjalani Program Residensi Penulis Indonesia

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Berkat rasa penasaran mengantarkan penulis Buku Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba, Royyan Julian ke tanah Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Di daerah tersebut, Royyan Julian menjalani Program Residensi Penulis Indonesia yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional di bawah naungan Mendikbud RI selama sebulan.

Royyan mengatakan, program residensi yang ia jalani di Mollo, merupakan pengalaman pertama bagi dirinya.

Gubernur Khofifah Pastikan SPP Madrasah Aliyah di Jawa Timur Gratis Mulai Tahun Depan

Bupati Pamekasan Minta Semua Elemen Terlibat Aktif dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Tahun Depan, Basis Data Terpadu Siap Direalisasikan di Pamekasan untuk Ukur Tercapainya Program

Keinginan pria berusia 30 tahun tersebut mengikuti program residensi di tanah Mollo karena dibaluti rasa penasaran dan tersentuh setelah membaca sebuah berita tentang Aktivis Perempuan, Aleta Baun.

Royyan mengaku, selama sebulan di Mollo, banyak hal kegiatan yang ia lakukan, mulai dari menjadi relawan literasi hingga meneliti tentang tanah Mollo.

"Saya penasaran ke Aleta Baun itu, dia seorang aktivis perempuan di Mollo yang melawan tambang marmer, jadi saya berpikir kenapa harus perempuan yang melawan?" katanya kepada TribunMadura.com, Minggu (15/12/2019).

"Dari itu saya penasaran dan ingin meneliti di sana," sambung pria asal Kabupaten Pamekasan itu.

Royyan mengutarakan, saat tiba di Mollo, ia meneliti tentang Kosmogoni yang merupakan bagaimana proses penciptaan alam di tanah Mollo.

Tempat Karaoke Maxi Brillian Ditutup Paksa Satpol PP Kota Blitar, Pengelola Tolak Prosesi Penutupan

Selain itu, ia juga meneliti tentang Kosmologi, yakni studi tentang asal-asul penciptaan jagat raya menurut orang Mollo.

"Lain dari dua hal itu saya juga meneliti tentang persoalan tambang," ujarnya

Royyan berharap, hasil dari residensinya selama sebulan itu akan dia tuangkan melalui sebuah karya, yakni dalam bentuk buku puisi.

Dia berharap, pada tahun 2020 mendatang, karya tersebut bisa lahir.

"Semoga saja ada penerbit yang mau menerbitkannya. Mungkin judulnya ada kata 'Aborsinya', jadi saya merumpamakan hubungan bumi, alam yang dirusak oleh manusia," pungkasnya.

Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Wakil Ketua MPR: Jangan Asal Menteri Baru Buat Kebijakan Baru

Kanopi Areal Parkir Motor di Stasiun Madiun Roboh Akibat Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved