Jalan Antardesa di Pamekasan Longsor

Daftar Kecamatan di Pamekasan yang Rawan Terjadi Longsor, BPBD Minta Masyarakat Siaga dan Waspada

Lima kecamatan di Kabupaten Pamekasan itu memiliki tekstur tanah yang mudah bergerak dan retak.

Daftar Kecamatan di Pamekasan yang Rawan Terjadi Longsor, BPBD Minta Masyarakat Siaga dan Waspada
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
TNI-Polri, BPBD Pamekasan, pemerintah Kecamatan Waru dan warga setempat saat membersihkan tanah yang longsor untuk membuka akses jalan yang menghubungkan dua desa, Kamis (2/1/2020). 

“Masyarakat juga harus sering-sering mengecek tanah yang rawan retak untuk mengantisipasi longsor. Kalau sudah terlihat retak diharap menjauh,” imbaunya.

Sementara itu, Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan intensitas hujan deras agar terhindar dari bencana alam yang tidak diinginkan.

"Jadi diimbau kepada masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan," ungkap dia.

"Jadi banjir itu bukan karena fenomena alam tetapi masyarakat yang tidak paham, artinya tidak buang sampah pada tempatnya," katanya.

Ia mengutarakan, dalam menyikapi situasi cuaca ekstrem, BPBD Pamekasan menyiagakan personel dalam waktu 24 jam untuk sewaktu-waktu digerakkan apabila terjadi bencana alam.

Anggota Polsek Waru dan Personel Koramil 10/0826 Waru berserta masyarakat setempat saat melakukan perbaikan dan penimbunan kembali jalan longsor yang menghubungkan dua desa di Dusun Dhuwe’ Rajhe, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/1/2020).
Anggota Polsek Waru dan Personel Koramil 10/0826 Waru berserta masyarakat setempat saat melakukan perbaikan dan penimbunan kembali jalan longsor yang menghubungkan dua desa di Dusun Dhuwe’ Rajhe, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/1/2020). (TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN)

Rekomendasi Kuliner Enak di Kota Malang, Cobain Es Santan 68 yang Populer Sejak Tahun 1968

Teriak-Teriak di Pinggir Jalan, Sebelas Pemuda Undang Perhatian Polisi, Ternyata ini Penyebabnya

"Jadi apabila nanti terjadi bencana alam, baik itu banjir maupun tanah longsor kita sudah siap langsung terjun untuk membantu masyarakat Pamekasan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Budi Cahyono mengaku, BPBD Pamekasan bersama instansi terkait sudah mempersiapkan Posko Terpadu Penanggulangan Bencana di Jalan Jokotole Pamekasan.

Posko terpadu itu, kata Budi akan buka 24 jam, dan posko tersebut akan digunakan untuk menampung korban yang mungkin terdampak bencana.

Selain hal itu, di posko tersebut sudah tersedia segala peralatan seperti perahu karet, senso, peralatan dapur untuk masak, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, dan sebagainya.

"Hal tersebut untuk mengatasi dan menanggulangi adanya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan semacamnnya," ungkapnya.

Relawan Fattah Jasin Gelar Syukuran Jelang Pilkada Sumenep 2020, Bagikan 700 Porsi Makanan Gratis

Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Leptospirosis saat Musim Hujan, Waspadai Percikan Air Bekas Hujan

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved