Berita Malang
Cerita Warga Kota Malang Dilanda Krisis Air Bersih, Tak Mencuci Baju Berhari-Hari hingga Mengungsi
Krisis air bersih dialami sebagian besar warga Kota Malang akibat kebocoran pipa PDAM.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Untuk mandi misalnya, dia harus menimba di sumur yang disediakan pihak property.
“Jaraknya ya lumayan. Apalagi kalau mandi butuh air yang tidak sedikit kan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Aries ini menambahkan krisis air bersih di perumahan yang ia tinggali tak sekali ini terjadi.
Pada Desember 2019, dia juga mengalami hal serupa. Padahal, tagihan air PDAM naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 35.000.
“Tagihan naik tapi Januari ini keluar cuman beberapa kali,” keluhnya.
Ketua RT RT 9, RW 16 blok GA Perum BTU, Dedy Wibowo mengatakan setidaknya 48 KK di wilayahnya terdampak krisis air.
Selama lima hari ini, mereka mengandalkan dropping air dari PDAM dan menimba di sumur yang disediakan pihak property.
“Cuman kan kalau dropping itu terbatas. Satu hari sekali,” kata Dedy.
Dedy berharap kejadian krisis air ini tidak terulang di kemudian hari.
Krisis air katanya, sangat menggangu aktivitas rumah tangga para warga Kota Malang.
“Ya mudah-mudahan segera beres dan tidak terulang,” imbuhnya.
• Ratusan Pelamar CPNS 2019 di Pamekasan Dinyatakan Tak Lolos Administrasi, BKPSDM Ungkap Penyebabnya
• Hal yang Wajib Diperhatikan Peserta Tes SKD CPNS 2019, Mulai Jam Kedatangan hingga Barang Bawaan