Berita Malang

Cerita Warga Kota Malang Dilanda Krisis Air Bersih, Tak Mencuci Baju Berhari-Hari hingga Mengungsi

Krisis air bersih dialami sebagian besar warga Kota Malang akibat kebocoran pipa PDAM.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Warga Perumahan City Side Residence di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat mengisi air bersih, Rabu (15/1/2020). 

Krisis air bersih dialami sebagian besar warga Kota Malang akibat kebocoran pipa PDAM

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Lima hari sudah warga Kota Malang mengalami krisis air bersih.

Krisis air bersih itu dikarenakan adanya kebocoran pipa PDAM Kota Malang.

Sulitnya pasokan air bersih di Kota Malang membuat aktivitas warga setempat menjadi terganggu.

Penyebab Krisis Air Bersih di Kota Malang, PDAM Ungkap Kronologi Kejadian Bocornya Pipa Transmisi

Sidang Kasus Mutilasi di Pasar Besar Malang Bakal Mirip dengan Persidangan Jessica Kumala Wongso

Rekomendasi Kuliner Enak di Kota Malang, Cobain Es Santan 68 yang Populer Sejak Tahun 1968

Satu di antaranya dialami warga Perumahan City Side Residence, Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Ana Amrin.

Ia mengaku, sudah empat hari tidak mencuci pakaiannya.

"Biasanya kalau cuci pakaian paling lama dua hari sekali dan itu pun sudah menumpuk banyak," katanya, Rabu (15/1/2020).

"Mau saya cuci sendiri tapi airnya tidak ada sama sekali. Rencana mau saya bawa ke tukang cuci pakaian," sambung dia.

Ia mengungkapkan, rencananya itu urung lantaran banyak tempat jasa laundry yang mengalami hal serupa.

Rata-rata, kata dia, tempat jasa laundry juga mengalami kesulitan air bersih.

20 Kali Menjambret di Wilayah Malang Raya, Buruh Bangunan Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV 

Anakan Ular Kobra Ditemukan di Garasi Rumah Warga Kota Malang, Punya Racun Bisa yang Mematikan

"Tapi tukang cuci pakaian di sekitar wilayah sini juga rata-rata mengeluh kalau airnya sama sekali tidak mengalir," ucap dia.

Bahkan ia mengaku akibat air mati tersebut, dirinya harus rela mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makanan.

"Gimana mau masak, airnya enggak ada sama sekali. Terpaksa beli makanan jadi di luar," tambahnya.

Namun ia mengaku saat ini bersyukur karena bagian area bawah perumahaan sudah mengalir air bersih dari PDAM Kota Malang meskipun masih belum lancar pada

Saat ini,  ia mengaku karena bagian area bawah perumahaan sudah mengalir air bersih dari PDAM Kota Malang.

Namun, katanya, pasokan air bersih dari  PDAM Kota Malang masih belum lancar.

Oknum PNS di Sumenep Diduga Bagikan Kalender Bergambar Bacabup, Bawaslu Surati Abuya Busyro Karim

Pegawai Perempuan PNS di Puskesmas Diduga Bagikan Kalender Bergambar Bakal Calon Bupati Sumenep 2020

Karena itu, ia dan warga lain bergantian mengambil air bersih dan menampungnya di jerigen dan galon air minum.

"Sebagian rumah yang ada di RT 15 RW 11 sudah teraliri air meskipun belum lancar pada Selasa (14/1/2020) lalu," kata dia.

Ini saja kita bergantian mengambil air bersama warga yang lain terpaksa harus hilir mudik untuk mengambil air," terangnya.

Sementara itu, warga lainnya, Ardian mengaku sempat mengungsi ke rumah saudaranya yang ada di Kecamatan Dampit selama empat hari.

"Sejak air tidak mengalir itu kita terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara yang ada sumurnya," kata dia.

"Namun. setelah ada kabar pada Selasa lalu kalau air mulai mengalir di perumahaan, akhirnya kita kembali lagi ke sini," ungkapnya.

ilustrasi pipa PDAM
ilustrasi pipa PDAM (Dok TribunJabar)

Siswa SD Surabaya Ngelem usai Putus Cinta di Medsos, Risma Datangi Sekolahnya, Reaksinya Tak Terduga

Keraton Agung Sejagat Gaji Pengikut Hingga Rp 2,7 Juta, Raja Totok Ungkap Mesin Uangnya dari sini

Pipa PDAM Bocor

Krisi air bersih yang melanda warga Kota Malang terjadi sejak pipa transmisi PDAM bocor.

Pipa berdiameter 500 mm yang terpasang di Jalan Raya Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang itu bocor sejak 10 Januari 2020.

Kebocoran ini mengakibatkan ratusan warga Kota Malang terdampak.

Di antara kawasan terdampak bocornya pipa transmisi PDAM adalah Perum Bulan Terang Utama (BTU) di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Warga di Perum BTU mengaku air sudah tidak keluar sejak lima hari.

“Awalnya sedikit air yang keluar. Tapi lima hari lalu sudah stop. Tidak ada air sama sekali,” kata Avirista M, warga Perum BTU kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (15/1/2020).

Ia mengatakan aktivitasnya terganggu sejak air tidak mengalir ke rumahnya.

Untuk mandi misalnya, dia harus menimba di sumur yang disediakan pihak property.

“Jaraknya ya lumayan. Apalagi kalau mandi butuh air yang tidak sedikit kan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Aries ini menambahkan krisis air bersih di perumahan yang ia tinggali tak sekali ini terjadi.

Pada Desember 2019, dia juga mengalami hal serupa. Padahal, tagihan air PDAM naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 35.000.

“Tagihan naik tapi Januari ini keluar cuman beberapa kali,” keluhnya.

Ketua RT RT 9, RW 16 blok GA Perum BTU, Dedy Wibowo mengatakan setidaknya 48 KK di wilayahnya terdampak krisis air.

Selama lima hari ini, mereka mengandalkan dropping air dari PDAM dan menimba di sumur yang disediakan pihak property.

“Cuman kan kalau dropping itu terbatas. Satu hari sekali,” kata Dedy.

Dedy berharap kejadian krisis air ini tidak terulang di kemudian hari.

Krisis air katanya, sangat menggangu aktivitas rumah tangga para warga Kota Malang.

“Ya mudah-mudahan segera beres dan tidak terulang,” imbuhnya.

Ratusan Pelamar CPNS 2019 di Pamekasan Dinyatakan Tak Lolos Administrasi, BKPSDM Ungkap Penyebabnya

Hal yang Wajib Diperhatikan Peserta Tes SKD CPNS 2019, Mulai Jam Kedatangan hingga Barang Bawaan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved