Sudah Beristri, Beberapa Kades di Pamekasan Masih Ada yang Tak Punya Buku Nikah, Ini Sebabnya

Sejumlah kepala desa (kades) yang sudah berkeluarga, di wilayah Pamekasan, selama ini ditengarai masih ada yang belum mengantongi buku nikah.

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ilustrasi buku nikah 

Sudah Beristri, Beberapa Kades di Pamekasan Masih Ada yang Tak Punya Buku Nikah, Ini Sebabnya

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah kepala desa (kades) yang sudah berkeluarga, di wilayah Pamekasan, selama ini ditengarai masih ada yang belum mengantongi buku nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Sebab, walau mereka (kades.Red) sudah menikah, namun di antara mereka tak menikah resmi melalui KUA, melainkan memilih menikah di bawah tangan (nikah siri).

Sehingga status pernikahan mereka tidak tercatat di KUA dan mereka tetap membiarkan, seperti merasa nyaman dengan status pernikahannya tanpa memiliki buku nikah.

Pilkades Serentak Sumenep Akan Digelar di Bulan November, Secara Teknis Tak Ada Perubahan

Kalah Pilkades, Mantan Kepala Desa di Sidoarjo ini Gelap Mata dan Nekat Melakukan Perbuatan Tercela

Mayat Wanita Tanpa Busana di Tambak Garam Pamekasan Bukan Warga Setempat, Kades Beri Penjelasan

Dugaan sejumlah kades yang tidak mengantongi akta nikah ini, diungkapkan Achmad Tatang, salah seorang anggota Komisi II, DPRD Pamekasan.

Ia tidak hanya mendengar pembicaraan orang di luaran, namun ia mendapat informasi dari beberapa teman, tetangga sekitar dan kerabat kades bersangkutan yang tidak mengantongi akta nikah.

Menurut Tatang, mereka yang tidak mengantongi akta nikah itu, jauh sebelumnya dan tidak terpikirkan jika suatu saat nanti mencalonkan diri sebagai cakades dan kemudian terpilih. Sehingga mereka terkesan melupakan dan mengesampingkan akta nikah. 

Tatang mengatakan, pernikahan di bawah tangan yang dilakukan mereka itu secara agama syah dan bisa diakui. Tetapi secara negara salah, karena tidak mematuhi undang-undang perkawinan, karena sebagai kades yang mengerti aturan melakukan pernikahan tanpa melalui KUA.

Diungkapkan, jika  di kalangan bawah masyarakat menikah tidak melalui KUA, hingga punya anak, sudah banyak ditemui dan kini pemerintah tiap tahun menggelar nikah gratis bagi warganya.

Tetapi kalau kades menikah tak punya akta nikah, disayangkan.

“Bagaimana mungkin kades itu mampu memberikan pemahaman bagi warganya, jika menikah tidak sah secara agama, tapi juga sah secara hukum negara, sementara masih ada kadesnya yang juga tidak mencatatkan diri, pernikahannya di KUA,” kata Tatang, Selasa (25/2/2020).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pamekasan Afandi, yang dimintai konfirmasi mengatakan, jika terdapat kades yang sudah beristri dan belum memiliki buka akta nikah, bisa jadi karena ketidaktertibannya administrasi di tingkat perangkat desanya.

Dikatakan, dalam hal ini mereka berpikiran soal buku akta nikah merupakan hal yang mudah dan tidak diurus dengan baik dengan harapan suatau saat pernikahan mereka dicatat dan dinaikkan ke buka akta nikah.

Dan ketika uangnya habis untuk mengurus, dananya sudah habis, akibatnya namanya tidak tercatat di buku akta nikah. Sehingga begitu buku nikahnya dibutuhkan, mereka tidak punya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved