Wabah Virus Corona

Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona

Ini yang akan terjadi apabila Pemerintah Indonesia melakukan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM
ilustrasi - Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona 

Ini yang akan terjadi apabila Pemerintah Indonesia melakukan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus corona

TRIBUNMADURA.COM - Sejumlah masyarakat menyerukan Pemerintah Indonesia untuk melakukan lockdown.

Lockdown dinilai dapat meminimalisir pergerakan penyebaran virus corona di Indonesia dari luar negeri.

Namun, hingga kini, langkah lockdown belum diambil oleh Pemerintah Indonesia.

Pemprov Jatim Luncurkan Situs Online Cek Virus Corona Mandiri, Warga Kini Tak Perlu Langsung ke RS

Alasan Indonesia Tak Lockdown Nasional dan Pilih Social Distancing, Singgung Aktivitas Ekonomi

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Bantah Kota Malang Lockdown, Pastikan Hal sama di Jawa Timur

Pemerintah Indonesia menekankan penerapan social distancing, alih-alih lockdown.

Ternyata, ada banyak hal yang terjadi apabila lockdown dilakukan Indonesia.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah berpendapat, dampaknya akan buruk bagi perekonomian jika lockdown diterapkan.

Khususnya sektor informal, menurut dia, akan kehilangan penghasilan.

Sektor produksi akan terganggu karena banyak produk yang akan berkurang pasokannya.

"Termasuk juga merencanakan antisipasi apabila dilakukan lockdown dampaknya bisa dipastikan akan signifikan, perekonomian seperti dimatikan," katanya kepada Kompas.com ( grup TribunMadura.com ), Jakarta, Senin (16/3/2020).

"Semua ini harus diantisipasi dan disiapkan solusinya," sambung dia.

Inilah Perbedaan Social Distancing dengan Lockdown yang Digunakan Mencegah Penyebaran Virus Corona

Mengenal Arti Kebijakan Lockdown yang Banyak Diterapkan Negara Terdampak Penyebaran Virus Corona

Selama ini, dia menilai, pemerintah tampak ragu untuk mengambil tindakan drastis mengatasi virus corona.

Menurut dia, pemerintah menghadapi dilema antara fokus mengatasi virus corona dengan upaya menyelamatkan perekonomian.

"Beberapa kebijakan stimulus sudah dikeluarkan pemerintah untuk membantu dunia usaha," katanya.

"Tapi apakah pemerintah sudah mempersiapkan kebijakan untuk kondisi terburuk?" terang Piter.

Piter merasa khawatir dengan penanganan virus corona yang dianggap serba tanggung saat ini.

Karena akan terjadi lonjakan penderita yang pada akhirnya akan memaksa pemerintah melakukan isolasi.

"Bila ini nanti dilakukan tanpa perencanaan dan dilakukan ketika korban corona sudah tidak tertanggulangi," ungkap dia.

Ancaman Polisi Jika Ada Warga Spanyol Keluar Rumah setelah Lockdown, Penjara hingga Denda Rp 40 Juta

Mengenal Arti Kebijakan Lockdown yang Banyak Diterapkan Negara Terdampak Penyebaran Virus Corona

"Maka proses recovery-nya akan jauh lebih lama dan dampak negatifnya terhadap perekonomian justru akan jauh lebih besar," katanya.

Dia mengusulkan kepada pemerintah untuk memprioritaskan penanggulangan virus corona dengan cara lockdown.

Namun, isolasi itu, kata dia, harus direncanakan dengan mantang.

Seperti rencana pemerintah daerah sekarang ini, contohnya transportasi publik.

"Contoh saja sekarang, diimbau untuk mengurangi aktivitas, kendaraan publik dikurangi," katanya.

"Eh ternyata masih banyak instansi pemerintah dan perusahaan yang buka kantor," tambah dia.

"Akibatnya terjadi antrean panjang hampir semua kendaraan publik," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyatakan penyebaran virus corona sebagai bencana nasional.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto menanggapi surat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Bukan darurat nasional," kata Yuri di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

 Pengemudi Toyota Avanza Mencuri Pisang di Kebun Warga, Pelarian Terhenti setelah Tabrak Mobil Polisi

 Pasangan Suami Istri di Sokobanah Divonis Penjara Seumur Hidup, Selundupkan Sabu 30 Kg dari Malaysia

 Car Free Day di Kota Malang Tetap Digelar Normal, Wadah Pemkot Kampanye Antisipasi Virus Corona

"Ini sudah bencana nasional. Darurat nasional gimana? Kalau dipegang BNPB kan sudah bencana nasional ini," sambung dia.

Namun demikian, Yuri menegaskan, sampai saat ini, pemerintah tidak akan melakukan lockdown atau mengisolasi suatu daerah yang diwaspadai sebagai penyebaran virus corona.

"Lockdown bukan pilihan. Untuk saat ini bukan pilihan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, WHO menyurati Presiden Joko Widodo terkait penanganan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di Indonesia.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020)
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020) (Kompas TV/Imron-Chandra)

Dalam surat itu, WHO meminta Presiden Jokowi melakukan sejumlah langkah, termasuk mendeklarasikan darurat nasional virus corona.

Surat tersebut ditandatangani Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom dan dikirimkan ke Jokowi pada 10 Maret lalu.

Surat itu juga diteruskan kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah membenarkan surat tersebut.

 Menhub Budi Karya Sumadi Positif Virus Corona, Tugasnya Sementara Digantikan Menteri Luhut Panjaitan

 Ketum PSSI Ungkap Batas Waktu Penghentian Sementara Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 Karena Virus Corona

 Keadaan Menhub Budi Karya Sumadi setelah Dinyatakan Positif Virus Corona Diungkap Mensesneg Pratikno

"Betul," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Tanggapi WHO, Pemerintah Nyatakan Wabah Corona sebagai Bencana Nasional".

Dalam surat itu, Tedros awalnya mengapresiasi upaya Pemerintah RI dalam menangani virus corona.

Ia menyebutkan, setiap negara harus melakukan langkah terukur untuk mencegah penyebaran virus corona yang pertama kali muncul di China ini.

Sayangnya, di beberapa negara WHO menemukan adanya sejumlah kasus tak terdeteksi yang membuat penyebaran virus ini meluas dan akhirnya menyebabkan banyak korban jiwa.

Oleh karena itu, kata Tedros, WHO terus mendorong setiap negara untuk terus melakukan uji laboratorium terhadap orang yang dicurigai telah terinfeksi virus corona.

"Khususnya di negara yang memiliki populasi besar dan fasilitas kesehatan yang tak merata di setiap wilayah," kata Tedros.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ekonom: Bila Lockdown Diterapkan, Perekonomian akan Mati dan Tribunnews.com dengan judul Pemerintah RI Nyatakan Wabah Corona sebagai Bencana Nasional

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved