Breaking News:

Penangkapan Pedofilia Lamongan

Rayuan Maut Pedofilia Jerat Para Korbannya, Sampai Dikira Punya Niat Baik Karena Lakukan Hal Ini

Korban sempat berpikir jika tersangka memiliki niat baik padanya dengan membelikannya pakaian.

Tribunnews.com
Ilustrasi - Rayuan Maut Pedofilia Jerat Para Korbannya, Sampai Dikira Punya Niat Baik Karena Lakukan Hal Ini 

Korban sempat berpikir jika tersangka memiliki niat baik padanya dengan membelikannya pakaian

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Muksin (40), warga Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, tak berkutik saat ditangkap tim Satreskrim Polres Tuban.

Pria itu ditangkap setelah nekat mencabuli enam pelajar di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengungkapkan, tersangka mengaku memberikan imbalan kepada para korbannya agar mau diajak melayani napsu bejatnya.

BREAKING NEWS - Pelaku Pedofilia Lamongan Ditangkap Polisi, Enam Pelajar Jadi Korbannya

Taman Bungkul Surabaya Ditutup Karena Virus Corona, Sejumlah Pengunjung Terpaksa Kembali

Tindakan Aneh Pria Pedofilia asal Pasuruan ke Siswi SMA Terungkap, Paksa Bertindak di Luar Nalar

Menurut AKBP Ruruh Wicaksono, tersangka memperdaya keenam korbannya dengan memberikan sejumlah pakaian atau busana.

"Pelaku ini mengiming-imingi korbannya dengan memberikan pakaian hingga akhirnya para korbannya mau," kata AKBP Ruruh Wicaksono, Kamis (26/3/2020).

"Sudah melakukan aksinya 8 kali," sambung dia.

Dia menjelaskan, aksi bejat tersangka dilakukan secara bergantian terhadap para korban dengan waktu yang berbeda juga.

Korban, kata AKBP Ruruh Wicaksono, bahkan percaya jika tersangka memiliki niat baik dengan membelikannya pakaian dengan memberikan nomor ponselnya.

Dari situ, tersangka mengajak korban untuk bertemu dan melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut.

"Pelaku memang iming-iming memberikan sesuatu ke para korbannya, agar terkesan baik," ujar AKBP Ruruh Wicaksono.

Tak hanya Menyekap Korbannya, Tersangka Pedofilia asal Pasuruan Cabuli Siswi SMA Berkali-Kali

Pedofilia Asal Pasuruan Diduga Pakai Hipnotis untuk Pengaruhi Korban, Begini Cara Pelaku Beraksi

"Kemudian, seiring berjalannya waktu terjadilah tindak pencabulan maupun sodomi ke salah satu korban, kenalnya mulai Januari 2020," terangnya.

Ditambahkannya, tersangka melakukan aksi bejatnya di sejumlah tempat, seperti di kamar kos tersangka di sekitar pos bom, di atas truk dan tempat ibadah.

Aksi pelaku terungkap saat para orang tua korban melaporkan anaknya yang tidak pulang ke Polsek Tuban, lalu diteruskan ke unit PPA Satreskrim Polres.

"Orang tua korban tahu kalau dari salah satu teman korban bilang, jika korban ada di Tuban," jelas dia.

"Lalu diselidiki petugas hingga berujung penangkapan pelaku dan pengamanan sejumlah barang bukti," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.(nok)

Puluhan Siswa SD di Kota Malang Diduga Jadi Korban Pedofil Guru, Polisi Periksa Ketua Komite Sekolah

Wanita Blitar Diciduk Polisi Bersama Teman Dekat Perempuannya, Ketagihan Edarkan Sabu Demi Hal ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved