Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

Perlakuan Khusus yang Wajib Diperhatikan Ketika Memandikan dan Mengubur Jenazah Pasien Virus Corona

Masyarakat diminta berhati-hati dalam memandikan jenazah pasien virus corona atau Covid-19.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Proses evakuasi jenazah pasien positif virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur, Senin (30/3/2020) - Perlakuan Khusus yang Wajib Diperhatikan Ketika Memandikan dan Mengubur Jenazah Pasien Virus Corona 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar meminta, masyarakat untuk berhati-hati dalam memandikan jenazah pasien virus corona atau Covid-19.

KH Marzuki Mustamar menuturkan, di rumah sakit sudah ada tempat fasilitas untuk memandikan jenazah pasien virus corona.

Karenanya, ia berharap keluarga pasien tidak memaksakan untuk memandikan jenazah di rumah.

Polres Sampang Bersama Pemkab Gelar Apel Kesiapan Antisipasi Penyebaran Covid-19 Virus Corona

Pengunjung dan Petugas Polres Pamekasan Wajib Lewat ke Bilik Sterilisasi Sebelum Masuk Mapolres

Banyak Warga Mudik ke Madura, Jumlah ODR Virus Corona atau Covid-19 di Bangkalan Meningkat

"Kalau sekiranya memungkingkan dimandikan, monggo tetap dimandikan," ucap KH Marzuki Mustamar, Selasa (31/3/2020).

"Kalau enggak mungkin ya tidak usah dimandikan," sambung dia.

"Kalau tidak bisa dimandikan berarti tidak usah disalati," lanjutnya.

"Karena syaratnya disalati itu dimandikan sah dan dikafani," tambah dia.

Jika jenazah tersebut sudah dimandikan dan dikafani, menurut Marzuki, harus ada yang melaksanakan salat jenazah.

Setidaknya, kata dia, salat jenazah dilakukan keluarga namun dengan tetap memperhatikan keamanan.

Putus Sebaran Virus Corona, MPM Wajibkan Konsumen dan Karyawan Lakukan Hal Ini Sebelum Masuk Dealer

"Kalau sudah dimandikan ya harus disalati," lanjut Marzuki.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang ini menambahkan, dalam kasus kematian karena virus corona, dokter, tenaga medis, ataupun pihak yang berwenang harus memberikan sosialisasi baik kepada keluarga maupun para tetangga.

Ia menyebut, sosialisasi itu bertujuan agar jenazah mendapat perlakukan baik, mulai dari memandikan hingga menguburkan.

"Masyarakat jangan ditakut-takuti dokter harus berfatwa," kata dia.

"Dokter yang mengerti betul kondisi jenazahnya. Kalau tidak aman harus melarang masyarakat jangan ikut melayat," ucapnya.

Sejumlah Ruas Jalan di Kota Surabaya Dihujani Ribuan Liter Cairan Disinfektan dari Truk Water Cannon

KH Marzuki Mustamar menuturtkan, jika memang aman khususnya keluarga, anak dari jenazah harus melaksanakan salat jenazah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved