Virus Corona di Surabaya

Imbas Virus Corona, Stok Darah PMI Menipis, Wawali Whisnu Sakti Buana Lakukan Donor Darah

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menindaklanjuti laporan menipisnya stok darah lantaran pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Wawali Whisnu Sakti Buana saat melakukan donor darah di Kantor PMI Surabaya, Kamis (2/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menindaklanjuti laporan menipisnya stok darah lantaran pandemi Covid-19.

Bahkan, Whisnu secara langsung memberikan contoh dengan melakukan donor di Kantor PMI Surabaya, Kamis (2/3/2020).

Sebelumnya, stok darah di Kota Surabaya dilaporkan menipis lantaran imbas pandemi Covid-19.

"Kewaspadaan (Covid-19) tetap kita jaga tapi rasa kemanusiaan kita jangan sampai hilang," kata Whisnu seusai melakukan donor darah.

Gubernur Khofifah Ceritakan Kronologi Wafatnya Masykur Hasyim, Tak Kunjung Bangun Menjelang Subuh

Gubernur Jatim Khofifah Kenang Almarhum Masykur Hasyim: Beliau Guru Organisasi dan Politik Saya

Suami Jual Istri Rp 2 Juta di Facebook Buat Layani Pria, Mengaku Buka Bisnis Esek-esek Sejak 2016

Apalagi, Whisnu mengungkapkan, pihaknya mendapati laporan beberapa waktu lalu stok darah di Surabaya menipis. Tak sampai 50 persen dari total kebutuhan darah yang dibutuhkan di Surabaya.

Padahal, urgensi ketersediaan stok darah juga sangat penting.

Sehingga, dia meminta warga tetap mendonorkan darah kendati kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19 juga harus tetap digencarkan.

"Karena masih banyak saudara kita yang butuh darah," ungkapnya.

Selain secara langsung melakukan donor darah, Whisnu juga mengajak beberapa relawan untuk turut melakukan donor di kantor PMI Surabaya.

Dia melanjutkan, untuk laporan terbaru, stok darah di Surabaya belum normal seratus persen.

"Semoga ke depan kita bisa memenuhi sampai 100 persen kebutuhan darah," terangnya.

Polsek Tamberu Semprotkan Disinfektan di Sejumlah Titik di Desa Bangsereh Kabupaten Pamekasan

Putus Mata Rantai Covid-19, Gedung dan Ruangan Kampus IAIN Madura Disemprot Disinfektan

Pesan Mahasiswa Universitas Brawijaya yang Sembuh dari Virus Corona: Covid-19 Bukan Penyakit Aib

Di sisi lain, Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Surabaya, Dr Budi Arifah mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu memang hanya bisa memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan darah lantaran imbas Covid-19.

Sehingga, berbagai cara dilakukan pihaknya. Termasuk membuka layanan hingga 24 Jam.

"Karena banyak instansi yang membatalkan kegiatan donor darah," ungkapnya.

Di Kantor PMI Surabaya pun protokol antisipasi Covid-19 juga dilakukan, diantaranya bilik sterilisasi, pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam kantor.

Selain itu, di dalam kantor, protokol juga diterapkan, seperti bangku antrian yang dibuat berjarak antar satu dengan lainnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved