Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

Pemprov Jatim Dapat Bantuan 16 Alat Ventilator dan Didistribusikan untuk Tangani Pasien Corona

Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa alat ventilator sebagai alat bantu pernafasan kini turut menjadi alat medis yang susah dicari.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima bantuan berupa 16 unit alat ventilator dan 23 unit alat monitor tanda vital di Grahadi, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa alat ventilator sebagai alat bantu pernafasan kini turut menjadi alat medis yang susah dicari.

Padahal alat tersebut menjadi alat medis yang sangat penting dalam menangani pasien virus corona atau covid-19.

“Mencari alat ventilator ini sekarang sulit sekali. Yang butuh ventilator ini sedunia. Padahal ventilator ini sangat signifikan fingsinya untuk pasien yang sudah terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/4/2020).

 

Lapas Klas IIA Pamekasan Berikan Bantuan Bilik Sterilisasi Corona ke Masjid Agung Asy-Syuhada

UPDATE COVID-19 di Jatim pada Rabu 1 April 2020: Kasus Positif Tembus 103, Sembuh 22 Orang

Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Pamekasan Raja’e Hibahkan Seluruh Gajinya untuk Relawan Covid-19

Saat ini Pemprov Jatim juga sedang melakukan pengadaan sebanyak 11 alat ventilator. Akan tetapi alatnya masih belum datang.

Padahal alat ini penting untuk mengembangkan ruang isolasi baru. Baik di RSUD Dr Soetomo maupun rumah sakit lain di bawah koordinasi Pemprov Jatim.

“Alhamdulillah kemarin kita mendapatkan bantuan sebanyak 16 alat ventilator dan 23 monitor tanda vital. Yang membantu ini tidak mau disebutkan namanya, namun atas nama pribadi dan Pemprov Jatim kami menyampaikan terima kasih,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bantuan alat ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur.

Sebab untuk pasien covid-19 yang terkonfirmasi positif di Jawa Timur kini kian meningkat. 

Jumlahnya, per sore kemarin, pasien positif Covid-19 Jatim mencapai 103 orang.

Selain itu untuk PDP mencapai 536 orang dan ODP mencapai 7.328 orang.

Para pasien covid-19 ada yang membutuhkan alat ventilator maupun tidak.

Namun alat ini menjadi syarat dibangunnya ruang isolasi karena banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator sebagai alat bantu pernafasan lantaran virus ini menyerang paru-paru.

Bupati dan Wabup Pamekasan Hibahkan Semua Gajinya untuk Relawan Covid-19

Fasilitas Pelengkap Wastafel Portabel Banyak yang Rusak dan Hilang, Begini Komentar Pemkot Surabaya

Imbas Wabah Corona dan Penutupan Jalan Darmo, Pedagang Merugi hingga 70 Persen

Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, bahwa alat ventilator ini akan diperbantukan untuk lima rumah sakit yang masuk dalam jaringan rumah sakit Pemprov Jawa Timur.

Yaitu RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUD dr Soedono Madiun, RSUD Saiful Anwar Malang juga RS Haji Surabaya dan RSJ Menur Surabaya.

“Kita akan mendistribusikan alat ventilator yang dari bantuan ini untuk lima rumah sakit. Termasuk 23 alat monitor tanda vital pasien yang disumbangkan,” tegas dr Joni Wahyuhadi.

Sebagai informasi harga alat ventilator ini cukup mahal.

Satu unit alatnya bisa diperoleh dengan harga Rp 600 juta. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved