Penutupan Jalan Utama Surabaya

Imbas Wabah Corona dan Penutupan Jalan Darmo, Pedagang Merugi hingga 70 Persen

Seorang pemilik usaha di Jalan Darmo Surabaya, Wahyu Darmawan, mengaku merasakan sendiri dampak physical distancing dan penutupan jalan.

TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Physical distancing di Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya berimbas pada usaha toko dan kedai. Satu di antaranya Kedai Ketan Punel di seberang Taman Bungkul yang ditutup, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penutupan dua jalan utama di Kota Surabaya untuk physical distancing tidak hanya berdampak pada arus lalu lintas.

Pasalnya, beberapa pemilik usaha di Jalan Darmo Surabaya juga terkena dampak penutupan terjadwal itu.

Seperti diketahui, hingga dua pekan ke depan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya dilakukan penutupan terjadwal.

Alasan Madura FC Sertakan Asisten Pelatih Lokal Asal Sumenep pada Jajaran Tim Pelatih

6.769 Orang di Bangkalan Berstatus ODR Covid-19, Berikut Prosedur Isolasi Mandiri dari Dinkes

106 Santri Ponpes Nurul Jadid Pulang Kampung ke Pamekasan, Satu Santri Dinyatakan ODP, Ini Gejalanya

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya physical distancing guna memutus rantai persebaran virus Corona (Covid-19) di Surabaya.

Seorang pemilik usaha di Jalan Darmo, Wahyu Darmawan, mengaku merasakan sendiri dampak dari hal itu.

Kedai ketan punel tempat usahanya untuk sementara ini dia tutup, padahal usahanya ini, merupakan satu-satunya sumber pemasukannya sehari-hari.

"Jadi saya tutup dulu," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2020).

Bukan tanpa alasan dia menutup kedai yang sudah lima tahun dia dirikan.

PT KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Perjalanan 22 KA Jarak Menengah dan Jauh Sepanjang April 2020

Tim Peneliti Unair Surabaya Temukan Lima Jenis Senyawa Bakal Obat Virus Corona, Daya Ikat Lebih Kuat

Puluhan Santri Ponpes Nurul Jadid Asal Sampang Diperiksa Satgas di Posko Covid-19, Ini Hasilnya

Selain karena penutupan Jalan Darmo itu, dia juga mempertimbangkan alasan lain.

Beberapa alasan lain, di antaranya dia mematuhi anjuran agar sebisa mungkin menghindari kerumunan.

Maklum saja, kedai yang berada di seberang Taman Bungkul ini memang terkenal ramai dikunjungi oleh pelanggan setianya.

Sehingga dirinya memutuskan menutup sementara kedai miliknya itu.

Dia pun menempel tulisan pemberitahuan bahwa untuk sementara ditutup hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Dia tak memungkiri, atas ditutupnya kedai ketan punel miliknya, usahanya rugi secara materiil.

Meskipun belum menghitung secara utuh berapa kerugiannya, dia memprediksi kerugian yang dialaminya bisa mencapai 70 persen.

"Sudah terjun bebas istilahnya," ujarnya menambahkan.

Dia berharap kondisi pandemi Covid-19 cepat berlalu. Sehingga dengan begitu, berbagai tempat usaha seperti miliknya dapat kembali normal seperti semula.

"Dan mungkin ada solusi efektif dari pemerintah," ungkapnya.

Polres Pamekasan Kembalikan Kendaraan Hasil Razia, Ini Syarat yang Harus Dilengkapi untuk Mengambil

Dukung Kebijakan PSSI, Pemain dan Tim Pelatih Terima Gaji 25 Persen Selama Jeda Kompetisi

Nasib Belasan Bank di Sepanjang Jalan Raya Darmo yang Ditutup Dua Minggu untuk Physical Distancing

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved