Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Madura

6.769 Orang di Bangkalan Berstatus ODR Covid-19, Berikut Prosedur Isolasi Mandiri dari Dinkes

Selama kurun waktu empat hari, jumlah Orang Dalam Risiko ( ODR ) virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 6.769 jiwa.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Selama kurun waktu empat hari terhitung sejak 29 Maret hingga 1 April 2020, jumlah Orang Dalam Risiko ( ODR ) virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bangkalan telah menyentuh angka 6.769 jiwa.

Jumlah tersebut berdasarkan update Peta Sebaran Covid -19 Kabupaten Bangkalan per 1 April 2020.

Sehari sebelumnya, Orang Dalam Risiko ( ODR ) masih berjumlah 5.314 jiwa.

Sedangkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19  juga meningkat di angka 258 jiwa, bertambah 35 orang dari sehari sebelumnya.

Melihat kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan Sudiyo meminta masyarakat mengikuti SOP penanganan isolasi mandiri pencegahan Covid-19.

106 Santri Ponpes Nurul Jadid Pulang Kampung ke Pamekasan, Satu Santri Dinyatakan ODP, Ini Gejalanya

Maksimalkan Protokol Covid-19, Polda Jatim Terapkan Physical Distancing di 307 Pemukiman Jawa Timur

PT KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Perjalanan 22 KA Jarak Menengah dan Jauh Sepanjang April 2020

"Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan," ungkap Sudiyo kepada, Rabu (1/4/2020).

Ia meminta warga tetap tinggal di rumah, tidak pergi bekerja, sekolah, ke pasar, atau ke ruang publik lainnya jika terjangkit gejala demam, flu, dan batuk.

Untuk itu, manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik.

"Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19," jelasnya.

Sudiyo memaparkan, dengan kondisi tersebut mengharuskan yang bersangkutan selama di rumah menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.

"Jaga jarak 1 meter dari keluarga lainnya, sebagai upaya pencegahan penularan," papar pria yang akrab disapa yoyok itu.

Kebutuhan Alat Perlindungan Diri di Jatim Capai 3.200 Per Hari, Khofifah Cari Solusi Kecukupan APD

Puluhan Santri Ponpes Nurul Jadid Asal Sampang Diperiksa Satgas di Posko Covid-19, Ini Hasilnya

Bupati dan Wabup Pamekasan Hibahkan Semua Gajinya untuk Relawan Covid-19

Selain itu, isolasi mandiri juga mengharuskan rutin pengecekan suhu tubuh, amati batuk dan sesak nafas, hindari pemakaian bersama peralatan makan, mandi, dan tempat tidur.

Yoyok menambahkan, terpenting dalam pelaksanaan isolasi mandiri adalah menerapkan perilaku hidup bersih, mengkomsumsi makanan bergizi, cuci tangan dengan sabu dan air mengalir serta terapkan etika batuk dan bersin.

Selain itu, lanjutnya, menjaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan disinfektan.

"Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur setiap pagi sekitar 15-30 menit. Segera hubungi pihak kesehatan jika sesak nafas dan demam tinggi berlanjut," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved